Apa kabar pemuda masakini ..?

Hari ini, mungkin trending topik di Twitter, status di facebook, status di BBM adalah seputar Sumpah Pemuda. Ya, tanggal 28 Oktober, adalah hari Sumpah Pemuda, dimana pada 86 tahun yang lalu perwakilan dari pemuda-pemuda se-Indonesia berkumpul untuk mewujudkan satu tujuan, menyatukan Indonesia. Ungkapan-ungkapan di media sosial tersebut tidak perlu dipandang sebagai sesuatu yg lebay atau latah. Malah, sepatutnya kita patut bersyukur juga, alhamdulillah, masih banyak pemuda yang ingat tentang Sumpah Pemuda ini, walaupun hanya melalui ungkapan sederhana lewat status facebook dan jejaring sosial lainnya. Bisa jadi, beberapa abad ke depan, pemuda-pemuda Indonesia tidak ingat hari Sumpah Pemuda ini.  

Sumber : http://www.sisidunia.com/
Sumpah Pemuda berawal dari sebuah kebersamaan kelompok-kelompok pemuda di seantero penjuru nusantara untuk bersatu dan berikrar satu, menjadikan tanah air Indonesia sebagai tanah airnya, bangsa Indonesia sebagai bangsanya, dan bahasa Indonesia sebagai bahasanya. Namun kondisi saat  ini, mendengar kata "kelompok pemuda", kadang dikaitkan dengan berita-berita yang negatif . Di media, istilah "kelompok pemuda", seringkali  diikuti dengan berita kurang baik, semisal "Dua kelompok pemuda bentrok di ...". Di Jogja sendiri, akhir-akhir ini masih diresahkan dengan adanya fenomena "cah klithih". "Cah klithih" adalah sekelompok pemuda usia tanggung SMP/SMA, yang mereka melakukan kegiatan kekerasan, penganiayaan, tawuran dengan kelompok lain di jalan, dan tanpa pandang bulu dalam mencari target sasaran "klithih". Sangat disayangkan memang, di usia-usia remaja dengan energi yang sangat tinggi tersebut, malah disalurkan kepada hal-hal yang mengganggu kenyamanan dan meresahkan masyarakat banyak. Kalau saja "hobi" mereka ini disalurkan ke bidang olah raga bela diri, bisa jadi akan menjadi atlet beladiri berbakat dan bisa mendatangkan pundi-pundi medali emas Indonesia di Asian Games di tahun-tahun yang akan datang. 

Melihat sedemikian negatifnya, pemaknaan "kelompok pemuda" ini, maka diperlukan sebuah "kelompok pemuda" positif, sebagai tandingan untuk menangkal perluasan jaringan "kelompok pemuda" negatif ini. Sebagai contoh, "kelompok pemuda" positif ini misalnya karang taruna, remaja islam masjid, forum anak, dan lain-lain. Karang taruna, dengan berbagai macam kegiatan positifnya, sangat bisa digunakan untuk menambah "kesibukan" bagi pemuda yang masih dalam proses pencarian jati diri ini. Sifat remaja yang cenderung mudah "ikut-ikutan" terhadap orang yang lebih senior darinya, lebih bermanfaat jika diarahkan untuk "ikut-ikutkan" dalam kegiatan-kegiatan positif di organisasi kepemudaan ini. Selain bermanfaat untuk menambah kecakapan berorganisasi, berlatih memahami karakter orang banyak, dan bergaul, juga dapat bermanfaat dan membanggakan bagi masyarakat. Secara pengelolaan, organisasi kepemudaan  macam ini mempunyai organisasi yang terstruktur dengan baik, dan program-program yang jelas dan sangat bermanfaat untuk lingkungannya. 

Melalui organisasi kepemudaan ini, beragam usia remaja berkumpul. Disini peran remaja-remaja yang lebih senior usianya sangat diperlukan untuk menularkan virus-virus positif, karena remaja-remaja yang lebih senior mempunyai tanggung jawab moral, untuk bisa "ngemong" dan "nguwongke" remaja-remaja yang memiliki usia di bawahnya. Remaja-remaja senior, yang mempunyai pengendalian diri, emosi lebih baik, dan bisa "mikir", sebaiknya harus mengajak dan memberi contoh yang baik-baik kepada remaja-remaja usia di bawahnya, dengan kegiatan-kegiatan yang positif. Dari pengamatan penulis, yang terjadi saat ini adalah remaja yang lebih senior cenderung mempunya rasa egoisme yang tinggi, sehingga seolah-olah ia ingin dihormati, ingin "diajeni" oleh remaja-remaja usia di bawahnya. Sebenarnya, bagi remaja-remaja senior, bisa "ngemong" dan "nguwongke" remaja-semaja di bawahnya, sudah cukup bisa untuk membuat dihormati dan "diajeni". Sebagai contoh sederhana, yang perlu dimiliki oleh remaja-remaja senior adalah harus bisa menjadi alternatif teman curhat yang baik, dan pemberi solusi bagi permasalahan yang dihadapi oleh remaja usia di bawahnya. Faktanya saat ini, remaja lebih suka untuk mencurahkan permasalahan-permasalahan yang dihadapinya kepada teman-temannya, daripada dibicarakan dengan keluarganya, karena mungkin ada perasaan malu, atau takut kepada keluarga. Disitulah, remaja senior mempunyai andil untuk mengarahkan pola pikirnya kepada hal-hal yang positif. 

Sedikit gambaran dan realita kepemudaan di sekitar lingkungan yang terekam di benak saya dan mungkin juga ada kesamaan di lingkungan pembaca sekalian. Semoga saya dan kita sadar akan peran sebagai pemuda di lingkungan kita masing-masing. Berbuat yang terbaik, tidak perlu sesuatu yang populer, cukup sesuaikan dengan kemampuan dan keahlian kita masing-masing. Selamat hari sumpah pemuda, 28 Oktober 1928 – 28 Oktober 2014.  

Comments

  1. numpang promo YA ADMIN DAN TEMAN TEMAN.
    Special KOMISI untuk para member yang sudah referralkan orang.
    Bagi seluruh member segera untuk mengajak teman-temannya untuk bermain.
    Mari bergabung bersama kami BetdanWin Permainan Poker Online Terbaik, Terpercaya
    dan Teraman di Indonesia karena betdanwin sedang memberikan promo referral 50 %
    seumur hidup dan promo deposit 20 %.ayo segera daftarkan id anda dan menangkan
    chips yang sebanyak banyaknya.BET NOW AND WIN NOW.kami tunggu kemenangan anda
    di WWW.BETDANWIN.COM atau hubungi livechat kami yang siap membantu anda 24 jam.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Download Aplikasi Ujian Online dengan Codeigniter, Ajax, JSON

Langkah-langkah install aplikasi ujian online berbasis web

Cara setting aplikasi ujian online di jaringan untuk banyak komputer client