Review Kamera Poket Canon PS A2500

Selamat pagi, pemiarsa sekalian. Mengisi bulan April, ane kembali lagi menulis di blog saya tercinta ini. Setelah bulan Februari dan maret, tidak memenuhi target 4 postingan per bulan, ane memilih mencoba untuk setia mengisi blog ini (eh, patin). Bulan maret hanya 1 postingan, merupakan bulan termalas saya mengisi blog ini. Alhamdulillah, oleh Alloh SWT diberi banyak kesibukan buat menyambung hidup.

Bulan April ini, ane punya mainan baru, gan. Sebuah kamera digital, merek Canon, tipe Powershoot A 2500. Iya, didasari akan penasaran dengan yang namanya dunia fotografi, dunia jepret sana-jepret sini, ane memutuskan untuk membeli sebuah kamera digital. Walaupun mungkin sangat terasa kesan amatiran-nya, ya begitulah namanya belajar, harus dimulai dari hal-hal yang paling kecil. Nah, dalam dunia fotografi, dari segi alat, yang paling sederhana saat ini adalah menggunakan kamera saku atau kamera pocket. Banyak sekali referensi yang ane baca, sehingga ane memutuskan untuk memilih kamera pocket. salah satunya adalah di blog : http://pocketografi.blogspot.com/. Dari situ ane lihat banyak sekali sampel-sampel foto hasil jepretan dengan kamera pocket yang ternyata tidak kalah jauh sekali dengan kamera DSLR yang harganya bisa sama dengan harga 1 ekor sapi metal di dusun ane. hahaha. Terus lagi, baca-baca referensi di google, dengan kata kunci "tips memotret dengan kamera saku" disitu banyak ditemukan tips dan trik memotret dengan kamera saku, yang bisa mendapatkan hasil luar biasa, jika kita telah mengetahui teori-teori dasar fotografi-nya. Sebagai website yang lengkap, pertama ane rekomendasikan website http://belfot.com/.

Oh, iya, kebanyakan pengantar, sampai lupa maksud dan tujuan tulisan ini, untuk me-review Kamera Saku Canon Powershoot A2500 ini. Kamera ini ane dapatkan seharga Rp 800.000 (delapan ratus ribu rupiah), saat pameran komputer Mega Bazaar Komputer tanggal 8-12 Maret 2014 lalu di Jogja Expo Center. Bonusnya, banyak sekali gan, diantaranya topi, SD card ato MMC itu ane kurang tahu 8 GB, tas kameranya, trus sama dipasangin screen protector-nya. Ada juga, tambahan bonusnya lagi, yaitu gratis foto dan cetaknya di situ, namun tidak ane ambil.. (isin'e bro..). Tapi ane rada kurang sreg, pas dicoba disitu batrenya kok sudah habis, nah mau dicoba gak ada stock batere yang ready to use gak ada, jadinya harus di-charge di situ dulu. Kemudian oleh penjualnya di-charge di situ ndak sampe 1 jam, sudah dicabut. Yang ane tahu, untuk batere baru kan minimal 2 jam ato berapa gitu, baru dicabut..

Sampai rumah, ane buka dosnya, ane pastikan lengkap isi dan aksesorisnya. Langsung ane coba ngidupin kameranya, luar biasa.. Kamera digital pertama ane ini. Dulu yang namanya kamera pas jamannya kamera pake film, jarang lho, orang punya kamera di dusunku. Sekarang ane dah gede, udah bisa megang milik ane sendiri (kameranya, bro..). Mulai melihat menu-menu dalam kamera, yang sebagaian besar, belum tahu fungsinya. Tombol yang ane kenal baru tombol shooter, zoom, dan melihat hasil kamera (icon play).. hehe.. gaptek abis.. Spesifikasinya kurang lebih kek gini :

  1. Optikal zoom 5x (kamera digital paling baik adalah kamera dengan optikal zoom tinggi, faktof x-nya, karena hasil gambarnya detilnya lebih bagus). Sementara digital zoom-nya adalah 4x. Jadi patut waspada jika di kamera digital, tertulis zoom kameranya 10 x, bisa jadi itu optikal zoomnya bisa 6x, sementara 4x-nya adalah digital zoom.
  2. Megapixelnya adalah 16 Megapixel. (Pernah ane lihat kamera DSLR dengan hanya memakai 12 megapixel, sementara kamera digital kok sampai lebih besar megapixelnya)
  3. LCD 2,7 inch. Kata orang pintar, lebih besar LCD, lebih boros batere. Jadi ukuran lcd segini ane kira cukuplah..
  4. ECO mode, fitur yang memungkinkan kamera menghemat penggunaan batere.
  5. Digital IS (IS = image stabilizer), semacam fitur untuk mengurangi efek getaran pada gambar, saat kita membidik obyek. Bisa dipastikan, saat anda membidik obyek, tangan ada agak gemetaran gitu. Nah, fitur ini membantu Anda untuk mengurangi efek getaran ini. Dan memang setelah ane coba, memang ada beda hasil antara make IS dan tanpa IS. Namun dengan mengaktifkan IS ini, pemrosesan gambar jadi ada jeda beberapa detik.
  6. Help hint, atau sebuah petunjuk mengenai fungsi menu-menu yg kita pilih. Cukup dengan menekan tombol tanda tanya (?), maka akan muncul kegunaan/keterangan mengenai menu yg sedang kita pilih. Sangat berguna sekali bagi yang pertama kali memegang kamera digital seperti saya.
  7. Keawetan batere katanya 200 jepretan per 1x charge. Namun sepertinya tidak pada kamera yg saya miliki. Kelihatannya hanya sampai 150x jepretan, sudah "kelap-kelap" batere 1 bar. Nah, kemarin sempat baca-baca juga, kalo sebaiknya batere dilepas jika tidak digunakan dalam waktu yang agak lama (agak lamanya ini, ane juga kurang tahu, klo ane, setelah ane pake motret, trus ane diemin sampai lebih dari 6 jam, ane lepas). Walaupun kita sudah menekan tombol kamera off, itu tidak menjamin kamera sudah off beneran, tapi itu sepertinya masuk mode standby..
Kira-kira itu gan, sedikit review salah satu dari 10 kamera digital terbaru 2013, Canon Powershoot A 2500. Banyak bahasa yang aneh dan sulit dimengerti ane mohon maaf, maklum newbie.. :) ehehe.. Untuk hasil jepretan saya, bisa dilihat di album facebook saya di link berikut ini : 


Terimakasih, wassalam.. parengg..... :)

Comments

  1. Biar aktif IS nya gmna gan ? Apa udah bawaan Setingan awal ?

    ReplyDelete
  2. Biar aktif IS nya gmna gan ? Apa udah bawaan Setingan awal ?

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Langkah-langkah install aplikasi ujian online berbasis web

Download Aplikasi Ujian Online dengan Codeigniter, Ajax, JSON

Cara setting aplikasi ujian online di jaringan untuk banyak komputer client