"Facebook Lookback", Fitur baru di Ulang Tahun Facebook

"Facebook Lookback", Fitur baru di Ulang Tahun Facebook

Tepat tanggal 4 Februari 2014 kemarin, situs jejaring sosial terbesar dan terpopuler di planet bumi yaitu Facebook, genap berusia 10 tahun. Terlihat kecil memang jika dibandingkan dengan umur manusia, tetapi untuk ukuran layanan internet, 10 tahun merupakan angka yang cukup besar. Situs yang dimiliki oleh Mark Zukersberg ini mempunyai pengguna aktif sebanyak 1,2 milliar pengguna (16 persen dari total penduduk di dunia). Situs ini juga telah membantu pemiliknya yaitu Mark Zukersberg sebagai salah satu dari deretan manusia terkaya di dunia dalam usia muda. Fantastis memang, di tengah hebatnya “peperangan” pasar jejaring sosial, Facebook tetap mampu bertahan. Banyak isu-isu  tentang penutupan Facebook beredar di dunia maya, namun tak satupun yang terbukti. Justru Facebook semakin menujukkan ke-exist-annya dengan selalu menambahkan fitur-fitur baru yang memanjakan pengguna setianya. 

Di hari ulang tahunnya yang kesepuluh ini, facebook juga menghadirkan satu fitur spesial bagi para penggunanya. Boleh jadi, fitur ini sebagai ungkapan rasa terima kasih atau hadiah bagi para pengguna Facebook yang telah setia menggunakan Facebook. Fitur baru ini diberi nama “Facebook Lookback”. Sesuai namanya, fitur ini memungkinkan kita untuk “melihat ke belakang” atau “napak tilas” perjalanan kita dalam menggunakan Facebook, lewat sebuah video berdurasi kurang lebih 1 menit. Dalam video ini Anda akan dibawa ke masa dimana Anda pertama kali bergabung dengan facebook, kemudian melihat momen-momen pertama kali menggunakan Facebook, me-review kiriman-kiriman di Facebook yang paling banyak disukai,  dan foto – foto yang telah diunggah. Semuanya diringkas dalam video yang menarik dibalut dengan background musik yang selaras dengan tampilan video. 

Tidak semua orang dapat mendapatkan video tersebut dengan lengkap. Setiap pengguna akan mendapatkan content video tergantung berapa lama Anda telah bergabung dengan Facebook dan berapa banyak yang telah Anda bagi.  Anda akan melihat sebuah film, koleksi foto atau kartu ucapan terima kasih. 

Facebook menyatakan fitur ini akan Anda nikmati mulai hari Rabu, tanggal 5 kemarin dan akan bisa digunakan selama 1 bulan ke depan. Namun tautan video, tetap akan menjadi milik Anda jika Anda bagikan ke timeline Facebook Anda.  Untuk itu, tidak ada salahnya jika segera mencoba fitur istimewa ini. Tentunya Anda harus login ke akun Facebook milik Anda. Mudah saja, Anda tinggal mengunjungi alamat https://www.facebook.com/lookback/. Akan ditampilkan sebuah video “Facebook Lookback” milik Anda, yang bisa Anda nikmati sejenak, ketawa-ketiwi , bahkan mungkin pula bisa menangis melihat rangkuman cerita di Facebook Anda. Selanjutnya Anda bisa membagikan video tersebut ke dinding/timeline Facebook, dengan meng-klik tombol “Bagikan Film Anda”. Sebuah jendela kecil akan muncul, untuk mengatur isi dari kiriman video tersebut. Atur pula privasi kiriman, apakah untuk publik atau hanya orang-orang tertentu saja yang bisa melihatnya. Terakhir, klik “Bagikan” dan video “Facebook Lookback” Anda akan muncul di timeline Anda. ‘

Monggo, secepatnya dicoba, sebelum kehabisan waktu ?. Dan tidak lupa mengucapkan terima kasih dan  “Selamat Ulang Tahun kepada Facebook”. 

Tunjukkan Indonesia-mu dengan domain .ID

Tunjukkan Indonesia-mu dengan domain .ID


Nama domain atau lebih sering disebut dengan alamat website, mempunyai peran yang sangat vital bagi pencitraan suatu perusahaan, produk, tokoh, atau intansi pemerintah. Sudah menjadi keharusan bagi pemilik website yang baik bahwa nama domain adalah yang mudah diingat, unik dan sesuai dengan bidang yang dijalankan pemilik website. Nah, hubungannya dengan rasa nasionalisme sebagai warga negara Indonesia, dan sebagai identitas bangsa Indonesia, di dunia per-domain-an kita sebagai warga negara Indonesia yang baik, alangkah bijaksananya bila menggunakan domain dengan Top Level Domain  [dot] ID. Top level domain (TLD) atau Domain Tingkat Tinggi (DTT) dalam bahasa Indonesia,  adalah tingkatan tertinggi dalam kepemilikan domain tersebut. Cara mudahnya, jika domain tersebut hanya ada satu kata di belakang tanda titik (dot) setelah nama domain maka itu termasuk dalam domain TLD. Sebagai contoh namasaya.com, jualbeli.com. Sedangkan Second level domain (SLD) atau Domain Tingkat Dua (DTD) adalah domain satu level di bawah TLD. Ditandai dengan adanya 2 titik (dot) setelah nama domain.

Nah, beberapa waktu yang lalu, domain dengan TLD [dot] ID ini baru saja di-launching untuk digunakan bagi masyarakat umum. Permintaan masyarakat akan domain dengan TLD [dot] ID yang sangat tinggi merupakan alasan dibukanya jenis domain ini. Selama ini masyarakat Indonesia hanya bisa menggunakan domain ID hanya sebatas pada Second Level domain (SLD), seperti .co.id, .go.id, .ac.id, .net.id, .web.id, .biz.id, .my.id, .or.id, .mil.id, desa.id. Dengan dibukanya TLD [dot] ID ini kita bisa menggunakan nama domain dengan format namawebsite.ID, namaperusahaan.ID, nurakhwan.ID. Dengan dibukanya nama domain seperti ini, kita sudah sejajar dengan negara lain yang telah menggunakan TLD seperti .US, .SG, .JP.  

Bagaimana dengan syarat-syaratnya? Pertama, adalah nama domain minimal harus 5 karakter. Misalnya kr.id, kaskus.id. Khusus nama domain personal harus terkait dengan kartu identitas (KTP), misalnya nurakhwan.id. Sedangkan untuk perusahaan boleh mendaftarkan nama merk sesuai yang terdaftar di Dirjend Hak Kekayaan Intelektual (Ditjend HAKI) Kemenkumham. Kalaupun tidak terdaftar, pendaftar harus rebutan dengan pendaftar lain, atau dengan kata lain siapa cepat dia dapat. Sedangkan untuk nama instansi pemerintahan otomatis akan mendapatkan nama domain [dot] ID, seperti kemenag.id, kominfo.id, kemdiknas.id. 

Mekanisme pendaftaran domain [dot] ID ini dibagi menjadi 3 periode, Pertama, periode Sunrise, dikhususkan bagi pemegang merk yang terdaftar di Ditjend HAKI, dengan biaya administrasi 500.000, biaya akuisisi 5.000.000, biaya tahunan 500.000 atau total  6.000.000. Waktunya adalah 20 Januari – 17 April 2014. Kedua, periode Grandfather, diperuntukkan bagi domain Second Level Domain ID, yang sudah terdaftar/sudah aktif sebelumnya, dengan biaya administrasi 250.000, biaya akuisisi 2.500.000, biaya tahunan 500.00 atau total 3.250.000. Periode waktunya dari tanggal 21 April – 13 Juni 2014. Ketiga adalah periode Landrush, diperuntukkan bagi semua orang yang memenuhi syarat untuk mendapatkan domain [dot] ID. Biayanya total sebesar 1.600.000, dengan rincian biaya administrasi 100.000, biaya akuisisi 1.000.000 dan biaya per tahun 500.000. Waktunya dari tanggal 16 Juni – 15 Agustus 2014. Periode setelahnya adalah periode General Avalibility, mulai tanggal 17 Agustus 2014, dengan biaya 500.000.
Terkesan sangat mahal memang, bagi kita konsumen pribadi seperti  blogger, pemilik web pribadi yang biaya tahunannya paling murah hanya 50.000. Ini disebabkan karena PANDI (Pengelola Nama Domain Indonesia) memang menyasar domain ID di kalangan industri /pemilik merk , sehingga harganya jauh di atas pasaran. Namun saya percaya dan yakin, suatu saat nanti harga domain ini akan semakin “merakyat”. 

Penggunaan domain ini sebenarnya juga menguntungkan bagi bangsa Indonesia. Jika pakai dot com, maka uang yang lari ke luar negeri sebesar US$ 10. Sedangkan jika menggunakan domain dot ID, hanya US$ 1 yang lari ke luar negeri.  Jadi akan kembali lagi ke dalam negeri. Disamping itu, dengan pengelolaan di dalam negeri dan secara mandiri, kata Andi, maka trafik menjadi lebih cepat, lebih hemat bandwidth dibandingkan server domain yang berada di luar negeri. Kita Untung, Bangsa Untung, bukan..?