Dua Sisi Kampanye Online Calon Presiden

(Maaf, untuk sementara tulisan ini keluar dari bidang yang membesarkan blog saya (per-web programming'an-red), tapi masih ada sangkut pautnya sama IT kok... Sebatas refreshing menulis, dengan "mlipir" dari dunia saya.. haha)

Pagi hari, hari Sabtu,  masuk kerja, buka komputer, pertama klik Google Chrome, Tab 1, biasa, tidak lain tidak bukan buka facebook.com, trus Ctrl + T (anak IT, bro, wajib pake shrot kat) ketik gmail (tanpa ketik dot kom, make shrot kat lagi Ctrl + Entar, otomatis jadi .com), dan terakhir Ctrl + T yang terakhir, ketik kompas.com (baca koran, bro, biar tambah kereen....). Pertama kali yang nongol yang facebook, nah, masukin password, lihat tab ke 2, ah pak pos-nya loadingnya lama, masuk tab ketiga, sudah nyicil nongol, tapi seperti biasa iklan dulu nongolnya. Iklannya kurang lebih seperti ini : 


Haha, sudah tahu si bapak ganteng (TT - tapi tua) dan ber-musikalitas secara high class ini (ahay pemiarsa). Iklan yang kurang lebih sama akan dijumpai di merdeka.com atau kapanlagi.com. Nah kembali lagi, ke facebook, juga muncul lagi si bapak ini, tapi dengan penampilan yang lebih rapi dan elegan, tidak langsung jebret  di setiap halaman, tapi muncul sebagai halaman bersponsor di facebook di paling atas daftar berita, seperti ini :
Kemudian di samping kanan, halaman facebook, juga dijumpai banyak iklan berita/posting unik, dan mengundang pengunjung untuk menge-klik tulisan, seperti ini :

Iklan di sebelah kiri tersebut beberapa bulan yang lalu sering didominasi oleh iklan2 "menarik" entah dari merdeka dot kom, ato vivanyus.kom, namun kini sudah didominasi oleh iklan dari pak capres yang satu ini.

Nah, yang menurut ane ini menarik,  iklan (baca kampanye) di facebook ini  merupakan salah satu bentuk terobosan baru dalam pemanfaatan teknologi dalam bidang politik, utamanya untuk pencitraan calon politisi. JIka dihitung-hitung, iklan di media online ini lebih murah dibanding dengan iklan konvensional dengan memanfaatkan media elektronik atau cetak. Sebagai contoh, jika biaya iklan facebook sekitar 1 dollar per hari (itung-itungan aja), jika sebulan tayang maka tinggal dikalikan 30, sehingga biaya sebulan hanya sekitar 30 dollar, ato 300 ribu, sudah bisa menjangkau para pengguna facebook se-Indonesia. Bandingkan jika dengan menggunakan iklan TV, dengan biaya yang mungkin beratus-ratus juta atau milyar (ane gak tahu detilnya), dengan jam tayang terbatas, dan juga jangkauan pemiarsa yang kurang maksimal. Belum lagi selain di facebook, iklan di portal berita online yang setiap hari pasti dikunjungi para netter sekedar untuk melihat-lihat berita atau kabar harian (seperti kelakuan ane tadi di atas). Terus juga website pribadi, yang begitu mudah dan murah untuk dimiliki. Dengan modal 10 jutaa, kiranya sudah lebih dari cukup untuk memiliki sebuah website pribadi dengan masa aktif selama setahun. Dan pak menteri capres ini pun juga memanfaatkannya dengan memiliki 3 buah website pribadi (setahu ane). Kampanye dengan menggunakan media online lebih nyata "nyampainya" ke khalayak, nyatanya bisa kita tengok kesuksesan Obama dalam men-capres, denganmenggunakan berbagai media jejaring sosial seperti tuiter, fb, bbm, dll. Jadi mungkin, jika bakrie punya tv oon dan antipu, win-hate punya em-en-si, surya paloh punya metro tipi, mungkin si pak menteri ini, selangkah lebih maju daripada pesaingnya yang sudah terlalu mainstream..




Namun perlu dicermati dan sadari juga, kita sebagai pengguna internet, sebenarnya kita juga dirugikan oleh kampanye pak menteri ini lho. Coba, perhatikan salah satu contoh iklan facebook dengan judul "kedekatan Gi*a dan Winnie" dengan gambar priview seorang wanita, kita langsung berfikir bahwa si pak menteri ini punya gebetan, atau selingkuhan, atau WIL seorang cewek bernama Winnie. Setelah kita klik, betapa "kamfreto di stefano"nya, ternyata hanya kekaguman pak menteri ini dengan tokoh kartun Winnie The Pooh. Ouph, whadepak...!!!..  Ini bisa dikategorikan sebagai kejahatan dunia maya yang bernama "scamming". Pengertainnya dari berbagai sumber adalah kurang lebih : "Scam adalah berita elektronik dalam Internet yang membohongi dan bersifat menipu, sehingga pengirimnya akan mendapat manfaat dan keuntungan tertentu. Contoh scam yang sering kita jumpai adalah surat berantai, pengumuman lotere, ataupun iklan pembesar, pemanjang alat kela**n, dll. Dalil nya dalam kitab UU ITE :



Ancaman hukumannya jelas, yaitu :


Nah loh.. baru sadar juga, (termasuk ane) juga merupakan korban pengibulan massal oleh pak menteri ini. Pengibulan dengan kelas "iklan pembesar pe**s". ahahahaa...


Oh, hiya...juga, bro.. jika bro bro, agan agan, bapak ibu capres, bapak ibu caleg, bapak ibu calon bupati, bapak ibu calon gubernur yang saya hormati,  Jangan lupa klo membutuhkan WEBSITE untuk Kampanye dan lain-lain, hubungi ane saja, gan. Hubungi saja lewat YM di samping, atau untuk respon cepat tanggap  hubungi 0856 4343 7024, SMS OK, telpon OK... (itu intinya, gan.. jiakakaka)

Comments

Popular posts from this blog

Langkah-langkah install aplikasi ujian online berbasis web

Download Aplikasi Ujian Online dengan Codeigniter, Ajax, JSON

Cara setting aplikasi ujian online di jaringan untuk banyak komputer client