File & Disk Management dengan Disk Boss

File & Disk Management dengan Disk Boss

Hardisk pada komputer merupakan salah satu peripheral yang mempunyai peran sangat fital.Alasannya, karena di dalam disk inilah kita menyimpan file dan program, sehingga jika tidak ada, komputer tidak akan dapat berfungsi. Dengan berkembangnya jenis file dan semakin besarnya ukuran file yang tersimpan di hardisk, mengharuskan kita senantiasa memantau dan menganalisa kondisi hardisk kita. Banyaknya file yang tersimpan juga menyebabkan kita kesulitan dalam mencari file tersebut. Belum lagi masalah duplikasi file, yang secara tidak langsung juga bisa menyebabkan pembengkakan penggunaan ruang hardisk.

Berbagai masalah di atas, mengharuskan kita untuk menginstal software manajemen file dan disk. Salah satunya yang bisa dijadikan alternatif adalah DiskBoss.DiskBoss merupakan salah satu software manajemen file dan disk yang cukup lengkap dan mumpuni. Dengan software ini kita dapat mencari dan mengklasifikasi file, melakukan analisa penggunaan ruang hardisk, mendeteksi dan menghapus file duplikat, mengatur file sesuai kehendak kita. menyalin file dalam kapasitas besar, sinkronisasi disk dan direktori, pembersihan ruang hardisk, dan lain-lain. Dan salah satu keunggulan lainnya adalah software ini dapat digunakan gratis. Software ini dapat Anda unduh di halaman resmi software ini di : http://www.diskboss.com/downloads.html, dan pilih License-nya Freeware.

Semua fungsi manajemen file, terintegrasi dan terpusat dalam tampilan GUI yang mudah digunakan, sehingga memungkinkan melakukan operasi manajemen file hanya dalam satu kali klik. Anda juga bisa menyimpan beberapa perintah operasi yang sering Anda lakukan, sehingga setiap kali ingin melakukan perintah tersebut cukup dengan satu kali klik, dan tidak dipusingkan dengan berbagai macam konfigurasi.
Ketahui Kemampuan PC/Laptop Anda dengan Windows Experience Index

Ketahui Kemampuan PC/Laptop Anda dengan Windows Experience Index

Tidak kenal, maka tidak sayang. Kiranya peribahasa tersebut dapat diterapkan pada dunia komputer. Dengan memiliki PC/Laptop, maka setidak-tidaknya kita harus mengenal spesifikasi dan harus tahu seberapa besar kemampuan  PC/Laptop yang kita miliki. Dengan begitu, kita dapat menyesuaikan kemampuan PC/Laptop, jika ingin meng-install software, atau ingin meng-upgrade hardware.

Nah, pertanyaan selanjutnya adalah bagaimanakah cara agar kita dapat mengetahui kemampuan PC/Laptop kita.? Untuk komputer dengan system operasi Windows XP, mungkin tidak ada tools bawaan langsung dari Windows yang digunakan untuk mengetahui kemampuan PC/Laptop kita, sehingga harus dengan meng-install software tambahan. Nah, untuk system operasi Windows 7, ada tools bawaan Windows, yang dapat digunakan untuk mengetahui peforma PC/Laptop kita, yang disebut Windows Experience Index, atau sering disingkat WEI. Sering orang tidak mengetahui dan mengabaikan tools yang sebenarnya sangat berguna ini. Menurut penjelasan dari situs resmi Windows, WEI digunakan untuk mengukur kemampuan hardware komputer dan konfigurasi software, dan direpresentasikan dalam bentuk skor angka indeks. Ukuran angka indeks ini dimulai dari yang terendah angka 1.0 dan yang tertinggi adalah angka 7.9. Hal ini dapat diartikan bahwa komputer dengan skor tinggi memiliki peforma yang lebih baik dan cepat daripada komputer dengan skor yang lebih rendah, kaitannya dalam mengeksekusi perintah-perintah.

Setiap komponen hardware komputer Anda memiliki subscore individu. Skor akhir WEI tidak dihitung berdasarkan rata-rata dari subskor individu hardware, tetapi mengambil dari skor terendah dari subscore hardware tadi. Misalnya, jika skor terendah komponen hardware adalah 1.0, maka skor WEI yang tertulis di PC/Laptop Anda adalah 1.0. Terdapat 5 komponen yang dinilai skornya, antara lain adalah : (1) Prosesor, dengan menghitung kemampuan kalkulasi per-detik dari prosesor, (2) Memory (RAM), dengan menilai operasi memori per detik yang bisa dilakukan, (3)  Graphic : kemampuan desktop menampilkan tampilan Windows Aero, (4) Gaming Graphic, kemampuan untuk menjalankan game dan perangkat 3D, dan (5) Primary Harddisk, dengan mengukur kecepatan transfer data dari harddisk.

Bagaimana cara mengetahui skor WEI PC/Laptop kita.? Untuk laptop, jika ingin mengetahui skor WEI harus dilakukan dalam kondisi laptop sambil mengisi batere (charging). Kemudian buka “Windows Explorer”, klik kanan pada “My Computer”, kemudian pilih “Properties”. Selanjutnya klik “System rating is not available” jika Anda belum pernah menjalankan Windows Experience Index sebelumnya. Jika sebelumnya sudah, maka klik “Windows Experience Index”, kemudian klik “Rate This Computer” untuk mengecek Hardware anda. Tunggu hingga proses selesai dengan menampikan skor WEI-nya. Jika anda pernah mengecek sebelumnya, dan ingin mengecek lagi, klik “Re-run the assessment”.

Skor WEI 1.0 – 2.0 biasanya hanya bisa digunakan untuk tugas-tugas standar kantor seperti mengetik, browsing,  dan tidak cukup kuat untuk menjalankan tampilan Windows Aero dan kemampuan grafis lainnya. PC/Laptop dengan skor WEI 3 dapat diartikan dia bisa menjalankan Windows Aero dan beberapa fitur-fitur canggih Windows 7 lainnya, namun masih dalam batasan standard (kurang baik dalam fitur-fitur multimedia dengan konten HD –High Definition).  Skor WEI 4.0 atau lebih, dapat digunakan untuk menjalankan semua fitur-fitur canggih Windows 7, dan lebih dari itu, seperti untuk game PC 3D dan multiplayer, video editing,  serta memainkan konten HD. Jadi, PC/Laptop Anda dapat “nilai” berapa…?
Pitoong, Google Rasa Indonesia

Pitoong, Google Rasa Indonesia


Bicara seputar mesin pencari (searching engine) di muka bumi ini, orang langsung menyebut nama Google, sebagai salah satu mesin pencari yang terbesar, tercanggih dan terlengkap. Meskipun banyak juga search engine lain yang bisa menjadi alternatif, seperti Bing (Microsoft), Yahoo, Altavista, Baidu, AOL, dan lainnya, sepertinya mereka belum bisa mengalahkan nama Google dalam dunia mesin pencari.

Nah, selanjutnya bagaimana dengan Indonesia..? Tidak mau kalah kreatif dengan Cina yang meluncurkan Baidu sebagai mesin pencari  berbahasa Cina, di Indonesia muncul mesin pencari dengan nama Pitoong. Nama ini terinspirasi dari nama legenda Betawi yaitu si Pitung jagoan Betawi. Anda dapat melihatnya dengan mengetikkan alamat di http://www.pitoong.com/.

Sekilas halaman depan Pitoong.Com hampir 90% tata letak dan fitur-fiturnya mirip Google.com. Ada tombol "Cari Pitoong" dan tombol "Saya Sedang Beruntung" yang mirip kepunyaan Google. Ditambahkan juga fitur Advance Search. Kemudian, dari segi jumlah hasil pencarian, Pitoong.Com masih kalah jauh dibandingkan dengan Google.Com. Sebagai contoh saya mengetikkan kata kunci "yogyakarta", pada Google menghasilkan 186.000.000 hasil, sedangkan pada Pitoong 8,150,000. Maklum, sebagai situs pencari yang masih baru, mungkin belum semua masuk ke dalam database Pitoong.

Fitur-fitur lainya yang mirip Google antara lain penelusuran gambar, Maps, Pitoong Translate, Video dan Toongmail (tiruan GMail). Untuk fitur Maps-nya, masih "meminjam" Google Maps. Sedangkan fitur Translate, saat ini sudah bisa menterjemahkan ke dalam 57 bahasa. Namun sepertinya belum secanggih Google Translate, yang dipersenjatai fitur Terjemahan Instan, Text to Speech, dan keyboard virtual, pada Pitoong Translate lebih mirip sebagai kamus penterjemah. Pengguna harus mengetikkan kata yang ingin diterjemahkan, memilih bahasa asal, dan tujuan, dan diikuti meng-klik tombol Translate. Fitur "Video" memungkinkan Anda untuk melakukan pencarian dengan pembatasan file-file video.

Tak mau kalah dengan GMail, disediakan pula fitur Toongmail, untuk berkirim dan menerima email, tentunya harus mendaftarkan diri terlebih dahulu. Fitur pencarian yang lainnya yang berbeda dengan Google adalah pencarian file Audio, berita Olahraga, file PDF, dan Twitter. Untuk pencarian Twitter ini dimaksudkan untuk mencari tweet yang mirip dengan keyword yang kita cari, namun hasilnya belum maksimal.

Walaupun masih terdapat beberapa kekurangan dan perlu banyak pembenahan, kehadiran mesin pencari Pitoong.Com ini wajib kita apresiasi, sebagai salah satu karya kreatif bangsa Indonesia.