Tips Merawat Printer Inkjet

Printer merupakan salah satu peripheral output yang sangat vital
kegunaannya. Akan sangat menyebalkan jika pada saat kita butuhkan
semisal pada saat mengerjakan tugas kampus, mengerjakan skripsi,
mendadak printer kita ngadat tanpa sebab yang jelas. Sebenarnya
masalah seperti itu dapat kita hindari, jika kita melakukan perawatan
terhadap printer dengan baik dan benar. Selain menghindari kerusakan
mendadak seperti itu, dengan perawatan yang baik dan benar, insya
Alloh umur printer akan bertambah panjang. Merawat printer tidaklah
sesulit yang kita bayangkan, boleh dikatakan mudah. Ada beberapa tips
dalam merawat printer, diantaranya  :

(1) Membersihkan printer.
Lakukan kegiatan ini dengan teratur setelah
printer selesai digunakan, bersihkan body printer yang kotor dengan
kuas atau kain. Untuk printer bagian dalam dan sulit dijangkau
gunakanlah kuas. Saat membersikan ini, kondisi printer harus dalam
keadaan OF.
(2) Printer jangan sampai “menganggur”. Usahakan agar printer nganggur
dalam waktu lama, paling tidak dua hari sekali printer digunakan untuk
mencetak, tidak hanya warna hitam, tapi semua warna. Ini akan
menghindari tinta mongering dan menggumpal di head printer.
(3) Cartridge jangan sampai kosong, jika sudah kosong, maka secepatnya
isi ulanglah cartridge dengan yang baru.
(4) Jangan gonta-ganti merek tinta, gunakanlah merek yang sama dengan
merk tinta yang sebelumnya. Jika terpaksa harus mengganti, pastikan
bahwa cartridge harus kosong. Gonta-ganti merk tinta dapat menyebabkan
tinta menggumpal di head printer.
(5) Jangan sentuh PIN CMOS. PIN CMOS, sangatlah sensitive jika
mendapatkan listrik statis dari tubuh kita. Letak pin CMOS dapat kita
ketahui, karena sudah ada tandanya, yaitu tanda tangan yang disilang.
(6) Tutupi printer dengan kain saat tidak digunakan dengan rapat,
sehingga dapat mencegah udara lembab dan debu-debu yang dapat
mempercepat kerusakan printer.
(7) Matikan printer sesuai aturan, yaitu dengan menekan tombol OFF,
baru kemudian mencabut steker  dari colokan. Jangan langsung mencabut
kabel listriknya, karena bisa merusak BIOS computer. Selain itu, jika
kita mencabut kabelnya langsung, posisi head dalam printer saat itu
belum pada posisi yang seharusnya, sehingga tinta dapat mengendap dan
mongering di head.
(8) Jangan langsung mematikan kemudian menghidupkan printer setelah
selesai mencetak,
karena hal ini akan memperberat kerja BIOS printer.
Semua printer mempunyai batasan jumlah pencetakan, dan setiap kita
menyalakan printer, otomatis menambah batasan jumlah pencetakan.
Bayangkan selama 8 jam, printer dimatikan dan dihidupkan selama
10-20x, bisa-bisa kita akan diminta me-reset penhitung di BIOS
printer.
(9) Jangan sering-sering mencetak gambar yang pekat, seperti kotak
berwarna hitam kelam, atau font dengan ukuran besar, karena dapat
memperberat kerja head, sehingga memperpendek umur head printer.
(10) Jangan mencetak dengan kertas rusak/kotor, selalu gunakanlah
kertas yang masih rapi (tidak lecek), karena bisa menyebabkan kertas
menyangkut di printer (paper jam). Selain itu gunakan kertas yang
bersih, bebas dari debu, agar nantinya debu tidak menempel di head
printer, yang menyebabkan tinta macet.

Jika kita dapat melakukan “mengamalkan” 10 kegiatan di atas dengan
teratur dan tertib, maka akan insya Alloh dapat memperlancar aktivitas
kita. Daripada menunggu printer kita ngadat, dan mengirimkannya ke
servis printer, lebih mudah dan murah bukan..?,

Comments

  1. kalau pin cemos nya kena sentuh apakah msih bsa d pakai???????

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Langkah-langkah install aplikasi ujian online berbasis web

Download Aplikasi Ujian Online dengan Codeigniter, Ajax, JSON

Cara setting aplikasi ujian online di jaringan untuk banyak komputer client