Fenomena “keburukan sby” di mesin pencari Google, menghebohkan dunia maya akhir-akhir ini. Jika kita melakukan pencarian dengan mengetikkan kata kunci “kebaikan sby”, maka akan tampil saran pencarian Google : “Mungkin maksud Anda adalah : keburukan sby”. Keanehan ini hanya terjadi jika kita menggunakan Google Indonesia dengan domain google.co.id. Namun jika menggunakan google.com atau yang lain,keanehan tersebut tidak muncul. Mungkin banyak yang menganggap lucu dan tak memperdulikannya, namun sebagian banyak yang bertanya-tanya dan  menganggap serius akan hal ini, terutama karena SBY adalah presiden Indonesia, lambang Negara Indonesia. Maka, muncul opini publik yang bermacam-macam. Ada yang menganggap Google telah ditunggangi kepentingan politik.  Roy Suryo pun angkat bicara soal ini, dan menganggap ada pihak yang telah mempermainkan pencarian di Google.

Terlepas dari anggapan-anggapan di atas, perlu digarisbawahi, bahwa Google adalah mesin, yang telah diprogram oleh manusia, sebagai mesin pencari. Google bekerja berdasarkan logika, bukan berdasarkan akal . Google mempunyai algoritma pencarian yang sedemikian rupa, dalam menampilkan hasil pencarian berdasarkan input (kata kunci atau frasa) tertentu. Keyword yang kita ketikkan tidak hilang begitu saja, karena akan disimpan di database Google. Selain menampilkan hasil pencarian, Google juga menampilkan saran pencarian. Nah, saran yang muncul ini biasanya lebih spesifik atau berjumlah lebih kecil/besar dari kata kunci yang dimaksudkan.  Sebagai contoh dalam kasus ini, kita mengetikkan frasa “kebaikan sby” sebagai kata kunci, maka secara otomatis google akan memberikan saran padanan kata atau frasa yang kurang lebih sama dengan kata kunci “kebaikan sby”. Kemungkinan di database Google, keyword yang relevan dengan “kebaikan sby” adalah “keburukan sby”, “kebohongan sby”, dan “kebijakan sby”. Selanjutnya dari keyword tersebut, dipilih yang hurufnya kurang lebih sama dengan frasa “kebaikan sby”. Dan kebetulan yang menjadi saran pilihan Google adalah frasa “keburukan sby”. Hal ini sangat wajar, mengingat metode suggestion yang digunakan Google sengaja dibuat sedemikian rupa agar memudahkan pengguna bisa mendapatkan informasi lebih mendalam dari kata kunci yang dimasukkan.

Menurut para ahli banyak kemungkinan terjadi dalam kasus ini. Pertama, ada banyak orang yang membuat artikel soal kebaikan SBY namun berisikan informasi lebih banyak tentang keburukan SBY pada tubuh artikel. Karena Google merupakan mesin pencari yang memanfaatkan jumlah kata kunci maka secara otomatis Google melakukan koreksi. Kedua banyak pihak yang menulis di judul atau paragraf awal di artikel yang diindeks di Google, memasang kata “kebaikan SBY”. Namun, di halaman selanjutnya, komentar yang muncul atau tautan artikel mencantumkan banyak kata soal keburukan SBY. Kemungkinan ketiga adalah pemasangan indeks dan kategori kata berupa “keburukan SBY” pada artikel atau berita internet berisi kebaikan SBY. Semua artikel di internet pada dasarnya mencantumkan indeks dan kategori. Karena itu, bisa jadi ketidaksesuaian pemasangan indeks dan kategori terhadap isi berita.

Pada akhirnya munculnya rekomendasi “keburukan SBY” pada kata kunci “kebaikan SBY”, sebenarnya kewajaran saja karena ini merupakan bagian dari algoritma pencarian Google. Tidaklah perlu kita mempermasalahkan hasil pencarian, karena direkayasa atau yang lainnya. Toh, hasil pencarian dengan kata kunci “kebaikan SBY” masih lebih banyak daripada “keburukan SBY” (778.000  berbanding 207.000).

Comments

Popular posts from this blog

Download Aplikasi Ujian Online dengan Codeigniter, Ajax, JSON

Langkah-langkah install aplikasi ujian online berbasis web

Cara setting aplikasi ujian online di jaringan untuk banyak komputer client