Mengcopy Seluruh Isi Website dengan HTTrack Webcopier

Anda seorang yang suka berselancar di Internet untuk mencari artikel, atau materi kuliah? Mungkin kita akan menjumpai sebuah situs yang menarik dan sesuai dengan yang kita cari, dan kita ingin menyimpan seluruh artikelnya beserta gambar-gambarnya. Secara manual kita menyimpannya satu per satu, dengan File > Save As. Pasti jika halaman yang ingin disimpan banyak pasti membutuhkan waktu yang lama dan merepotkan. Apalagi jika Anda menggunakan jasa warnet, yang waktunya terbatas.


Cara tersebut di atas sangatlah tidak efektif, karena ada satu cara yang lebih simple dan mudah, yaitu dengan menggunakan software yang berguna untuk menyimpan seluruh isi website/blog sekaligus atau sering disebut web mirroring. Software yang kita butuhkan untuk ini adalah HTTrack Web Copier. Kita bias mendownloadnya secara gratis di website resmi software tersebut, yaitu di  : http://www.httrack.com/page/2/en/index.html . Di situ halaman tersebut tersedia juga versi portable, yang bisa dijalankan langsung lewat flasdisk. Ukuran filenya kurang lebih sekitar 4 MB. Versi saat tulisan ini dibuat adalah versi 3.44-1 yang di-release pada tanggal 28 Februari 2011 kemarin.


Langkah pertama yang dilakukan adalah dengan menginstall software tersebut di computer atau flasdisk Anda. Lakukan instalasi dengan mengeksekusi file httrack.exe. Jika sukses proses penginstallan, maka langsung akan membuka software tersebut, dan akan menampilkan 2 buah jendela utama, sebelah kiri adalah panel navigasi yang fungsinya mirip Windows Explorer, dan sebelah kanan  adalah panel kerja utama.  Untuk memulai proses pengcopianya, Klik “Next”. Selanjutnya kita akan diminta mengisikan nama proyek, kategori proyek dan letak penyimpanan file website yang kita copy (default penyimpanan ada di C:\My Websites).  Klik “Next”, pada field Action pilih jenis operasi yang akan dilakukan, secara default akan terpilih “Download Web Sites”. Jika operasi yang akan kita jalankan merupakan operasi lanjutan dari proses download sebelumnya maka pilihlah “Continue interrupted download”. Isikan alamat url yang akan di-copi, sebagai contoh, ketikkan http://nur-akhwan.blogspot.com/ pada kotak isian Web Addres (URL). Kemudian klik “Next” lagi. Jika kita akan melakukan kustomisasi, klik ‘Set Option”, dan ada fitur filterisasi yang digunakan untuk menentukan dengan akurat bagian website mana saja yang ingin di-copy. Selesai proses filterisasi, selanjutnya klik “OK” dan “Next” dan terakhir Finish, dan otomatis proses pencopian website akan dimulai, dengan ditandai adanya progress bar pen-copyan.  Tunggu proses sampai selesai, lamanya proses ini tergantung dari besarnya konten yang terdapat didalam website yang ingin di copy. Bila proses download sudah selesai kita bisa mengakses hasil download, dengan klik “Browse mirrored website” atau melaui folder tempat penyimpanan hasil download.


Nah, sekarang kita sudah bisa melakukan offline browsing tanpa terbebani waktu dan biaya seperti di warnet. Rasakan browsing secepat kilatnya.

Software Kamus Besar Bahasa Indonesia

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) banyak dibutuhkan di dunia pendidikan, baik oleh guru maupun siswa. Kamus Besar Bahasa Indonesia ini sering digunakan sebagai rujukan dalam menentukan arti dan definisi suatu kata atau istilah. Nah repotnya buku KBBI karangan WJS. Poerwodarminto  ini sangatlah tidak nyaman untuk dibawa, seiring bentuk yang besar dan beratnya  minta ampun. Selain itu KBBI ini tidak semua orang memilikinya, hanya instansi-instansi atau sekolah yang menyediakan KBBI ini di perpustakaannya. Itupun mungkin tidak boleh dipinjam untuk dibawa pulang.

Nah seiring perkembangan teknologi informasi, kini telah hadir Sofware KBBI Offline. Software ini adalah buatan Mas Ebta Setiawan, seorang programmer <JOGJA or NO> yang cukup produktif, yang telah menghasilkan beberapa software berguna lainnya seperti Shollu (pengingat waktu sholat),  Kamus Inggis-Indonesia, Arabic Pad (Notepad untuk menulis huruf arab), dan lain-lainnya. Mengapa disebut KBBI offline? Hal ini dikarenakan software ini diadopsi dari KBBI versi online yang ada di website http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/. Software ini bersifat portabel, karena ukurannya yang sangat kecil (hanya sekitar 3 MB-an), dan bisa langsung dijalankan tanpa menginstallnya terlebih dahulu. Dan yang menggembirakan, untuk mendapatkannya, software ini dapat diperoleh dan disebarluaskan dengan gratis. Software ini dapat didownload di situs resmi Ebta Setiawan di http://ebsoft.web.id/ dengan meng-klik link di menu Download di kanan bawah dengan ukuran file 3,2 MB dalam bentuk file .zip. Versi yang saya gunakan adalah Versi 1.1.

Cara penggunaannya adalah setelah didownload, ekstrak file hasil download-an tadi di komputer Anda atau di flasdisk, dan akan dihasilkan 2 file, yaitu kbbi.exe dan data.dat.  File yang dijalankan adalah kbbi.exe, dan akan muncul tampilan utama program tersebut. Ketikkan kata yang ingin dicari dan tekan tombol Enter.  Arti yang ditampilkan sudah di format sedemikian rupa agar memudahkan pengguna membaca dan mencari definisi kata yang dimaksud. Dua kolom sebelah kiri merupakan hasil kata pencarian, dengan penjelasan. Kolom atas merupakan daftar kata yang merupakan kata dasar sedangkan kolom kedua merupakan hasil pencarian, tetapi tidak didapatkan pada kata dasar tetapi pada kata turunan atau majemuk . Bagian Kanan merupakan definisi kata yang ditampilkan dengan warna yang memberikan arti tertentu. Ada warna yang menunjukkan kata dasar, banyaknya arti, kata majemuknya, keterangan jenis kata, arti kata atau definisi,  contoh penggunaan kata dalam kalimat, serta contoh dalam peribahasa.

Singkat kata Software ini sangat penting dimiliki oleh guru atau siswa, karena mudah dalam penggunaannya karena sifatnya yang portabel dan ukurannya yang kecil dan gratis. Selain itu fasilitasnya yang diberikan cukup lengkap dan mumpuni.

CMS Balitbang, Alternatif CMS bagi Sekolah

Melanjutkan artikel di KR tanggal 1 November 2010, tentang Website Sekolah, dimana untuk membangun sebuat website sekolah dapat memanfaatkan berbagai macam cara. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan salah satu CMS yang khusus diperuntukkan bagi sekolah-sekolah. CMS tersebut sudah lama dikeluarkan, yaitu sejak tahun 2008 lalu, oleh Balitbang Departeman Pendidikan. Sampai saat ini versi terbarunya adalah versi 3.4. CMS tersebut tidak mempunyai nama khusus, seperti CMS pada umumnya, seperti Joomla, Wordpress, dll, namun orang banyak menyebutnya dengan CMS Balitbang. CMS ini dibangun dengan melibatkan para pakar IT, kepala sekolah, guru-guru dan pemerhati pendidikan di Indonesia. CMS ini sama seperti CMS pada umumnya, dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP, HTML, Javascript, dan database MySQL. Keunggulan yang ditawarkan CMS ini antara lain : adanya fasilitas pendaftaran member bagi orang tua siswa, siswa, guru, bahkan alumni. Ada pula fasilitas update data member, dan interaksi member dengan Kepala Sekolah, guru, orang tua, siswa dan alumni. Ada juga fasilitas untuk konsultasi mengenai CMS ini yaitu milis di kajianweb_balitbang@yahoogroups.com atau forum di website http://kajianwebsite.org . Bagi sekolah yang menggunakan, CMS ini dapat difungsikan sebagai media publikasi sekolah, media pembelajaran, e-learning, dan lain sebagainya.

Fasilitas yang disediakan antara lain : berita sekolah, profil sekolah, data-data tentang guru, siswa, direktori alumni, member area, buku tamu, kontak kami, agenda, artikel, buku tamu, daftar link, pengumuman, galeri foto, dan yang tidak dilupakan publikasi bahan ajar, materi, silabus, dan kelengkapannya.

CMS Balitbang ini dapat diperoleh sekolah-sekolah yang ingin memanfaatkannya dengan gratis. Untuk mendapatkan versi terbarunya dapat didownload di http://www.kajianwebsite.org/ . Pilih link download di pojok kanan atas di bawah banner. Setelah didownload dapat diinstall langsung di web hosting berbayar atau gratis di Internet (online), ataupun dapat diuji coba lewat server local (offline) dengan memanfaatkan software tambahan XAMP, WAMP atau PHPThriad.

Dengan menggunakan cara yang pertama yaitu diinstall langsung di web hosting, tentunya harus mempunyai dulu web hosting. Web hosting adalah computer server tempat menaruh file-file CMS, sehingga dapat diakses di internet. Saat ini banyak penyedia jasa webhosting, baik di Indonesia maupun luar negeri, baik yang berbayar maupun yang gratis. Untuk mudahnya dapat dicari di Google dengan kata kunci “web hosting”. Selain hosting, hal lain yang perlu dipersiapkan yaitu domain name. Domain name sering disebut orang sebagai alamat website. Sebenarnya di web hosting sudah menyediakan nama domain, namun sulit untuk diingat. Nah dengan Domain Name ini alamat website dapat dipersingkat. Banyak penyedia domain name, baik luar negeri (.com, .net, .org, dll) maupun Indonesia (.co.id, .sch.id, .web.id), baik yang gratis maupun yang berbayar. Untuk sekolah-sekolah, saat ini domain yang paling popular adalah .sch.id. Untuk penjelasan lebih lanjut dapat mengunjungi blog saya di http://akhwan90.blogspot.com/.
Fenomena “keburukan sby” di mesin pencari Google, menghebohkan dunia maya akhir-akhir ini. Jika kita melakukan pencarian dengan mengetikkan kata kunci “kebaikan sby”, maka akan tampil saran pencarian Google : “Mungkin maksud Anda adalah : keburukan sby”. Keanehan ini hanya terjadi jika kita menggunakan Google Indonesia dengan domain google.co.id. Namun jika menggunakan google.com atau yang lain,keanehan tersebut tidak muncul. Mungkin banyak yang menganggap lucu dan tak memperdulikannya, namun sebagian banyak yang bertanya-tanya dan  menganggap serius akan hal ini, terutama karena SBY adalah presiden Indonesia, lambang Negara Indonesia. Maka, muncul opini publik yang bermacam-macam. Ada yang menganggap Google telah ditunggangi kepentingan politik.  Roy Suryo pun angkat bicara soal ini, dan menganggap ada pihak yang telah mempermainkan pencarian di Google.

Terlepas dari anggapan-anggapan di atas, perlu digarisbawahi, bahwa Google adalah mesin, yang telah diprogram oleh manusia, sebagai mesin pencari. Google bekerja berdasarkan logika, bukan berdasarkan akal . Google mempunyai algoritma pencarian yang sedemikian rupa, dalam menampilkan hasil pencarian berdasarkan input (kata kunci atau frasa) tertentu. Keyword yang kita ketikkan tidak hilang begitu saja, karena akan disimpan di database Google. Selain menampilkan hasil pencarian, Google juga menampilkan saran pencarian. Nah, saran yang muncul ini biasanya lebih spesifik atau berjumlah lebih kecil/besar dari kata kunci yang dimaksudkan.  Sebagai contoh dalam kasus ini, kita mengetikkan frasa “kebaikan sby” sebagai kata kunci, maka secara otomatis google akan memberikan saran padanan kata atau frasa yang kurang lebih sama dengan kata kunci “kebaikan sby”. Kemungkinan di database Google, keyword yang relevan dengan “kebaikan sby” adalah “keburukan sby”, “kebohongan sby”, dan “kebijakan sby”. Selanjutnya dari keyword tersebut, dipilih yang hurufnya kurang lebih sama dengan frasa “kebaikan sby”. Dan kebetulan yang menjadi saran pilihan Google adalah frasa “keburukan sby”. Hal ini sangat wajar, mengingat metode suggestion yang digunakan Google sengaja dibuat sedemikian rupa agar memudahkan pengguna bisa mendapatkan informasi lebih mendalam dari kata kunci yang dimasukkan.

Menurut para ahli banyak kemungkinan terjadi dalam kasus ini. Pertama, ada banyak orang yang membuat artikel soal kebaikan SBY namun berisikan informasi lebih banyak tentang keburukan SBY pada tubuh artikel. Karena Google merupakan mesin pencari yang memanfaatkan jumlah kata kunci maka secara otomatis Google melakukan koreksi. Kedua banyak pihak yang menulis di judul atau paragraf awal di artikel yang diindeks di Google, memasang kata “kebaikan SBY”. Namun, di halaman selanjutnya, komentar yang muncul atau tautan artikel mencantumkan banyak kata soal keburukan SBY. Kemungkinan ketiga adalah pemasangan indeks dan kategori kata berupa “keburukan SBY” pada artikel atau berita internet berisi kebaikan SBY. Semua artikel di internet pada dasarnya mencantumkan indeks dan kategori. Karena itu, bisa jadi ketidaksesuaian pemasangan indeks dan kategori terhadap isi berita.

Pada akhirnya munculnya rekomendasi “keburukan SBY” pada kata kunci “kebaikan SBY”, sebenarnya kewajaran saja karena ini merupakan bagian dari algoritma pencarian Google. Tidaklah perlu kita mempermasalahkan hasil pencarian, karena direkayasa atau yang lainnya. Toh, hasil pencarian dengan kata kunci “kebaikan SBY” masih lebih banyak daripada “keburukan SBY” (778.000  berbanding 207.000).
Skrip Game Pong Versi Java ME (Mobile Aplication)

Skrip Game Pong Versi Java ME (Mobile Aplication)

Buat Class Baru, dengan nama Class : MainMidlet.java. Skripnya sebagai berikut :

import javax.microedition.lcdui.Display;
import javax.microedition.lcdui.game.GameCanvas;
import javax.microedition.midlet.MIDlet;
import javax.microedition.midlet.MIDletStateChangeException;


public class MainMidlet extends MIDlet {
    public MainCanvas canvas;
   
   
    public MainMidlet() {
        canvas = new MainCanvas(this);
    }

    protected void destroyApp(boolean arg0) throws MIDletStateChangeException {
        // TODO Auto-generated method stub

    }

    protected void pauseApp() {
        // TODO Auto-generated method stub

    }

    protected void startApp() throws MIDletStateChangeException {
        //System.out.println("Hello world!");
       
        Display display = Display.getDisplay(this);
        display.setCurrent(canvas);
        canvas.start();
    }

}

Kemudian, buat Class lagi dengan nama : MainCanvas.java. Skripnya adalah :

import java.io.IOException;
import javax.microedition.lcdui.Graphics;
import javax.microedition.lcdui.Image;
import javax.microedition.lcdui.game.GameCanvas;
import javax.microedition.midlet.MIDlet;
/*
Pada bagian di atas berfungsi untuk meng-import class lainnya .
Sama dengan fungsi include pada php dan C++
Kelima class yang diimport di atas harus ada, saat akan membuat sebuah aplikasi Java ME.
*/

public class MainCanvas extends GameCanvas implements Runnable {
    //deklarasi class main, dan meng-extends class GameCanvas
   
    //Deklarasi Variabel yang diperlukan program
    public MIDlet mainMidlet;
    public Graphics g;
    public static int SLEEP_TIME = 1000/30;
    public static int NUMBER_OF_MENU=4;
   
    public int mainMenuState;
   
    private boolean upButtonHolded;
    private boolean downButtonHolded;
    private boolean fireButtonHolded;
   
    private Image mainMenuBackground;
    private int screenState;
    private static int MAIN_MENU_SCREEN = 0;
    private static int IN_GAME_SCREEN = 1;
    private static int CREDITS_SCREEN = 2;
    private static int GAME_OVER_SCREEN = 3;
   
    private int ballx;
    private int bally;
    private int BALL_X_SPEED = 1;
    private int BALL_Y_SPEED = 3;
   
    private int paddlex;
    private int paddley;
    private int PADDLE_WIDTH;
    private int PADDLE_HEIGHT;
   
    private int playerScore;
    private int highestcombo;
    private int combo;
    private int playerLife;
    //akhir dari deklarasi program
   
   
    //membuat mode full screen dalam HP
    protected MainCanvas(MIDlet midlet) {
        super(false);
        mainMidlet = midlet;
        this.setFullScreenMode(true);
    }
   
    //buat thread baru untuk menjalankan canvas
    public void start(){
        Thread runner = new Thread(this);
        runner.start();
    }

   
    //disinilah kita menuliskan kode programnya, namun di sini lebih singkat
    //dikarenakan menggunakan fungsi-fungsi, yang telah dideklarasikan di bawah
    public void run() {
        //panggil fungsi initialize() ==> untuk memberi nilai awal variabel, memberi gambar background
        initialize();
       
       
        /*statemen perulangan untuk mengupdate layar
              nantinya gambar obyek bergerak berasal dari obyek satu-satu
            kemudian dengan adanya perulangan ini posisi obyek (koordinat x,y)
            ditambahkan dalam perulangan
        */
        while(true){
           
            /*Memeriksa variabel screenState, untuk meng-handle menu mana yang akan ditampilkan
            */
            if(screenState==MAIN_MENU_SCREEN){
                //tampilkan main menu
                inputMenu();
                drawMenu();
            }else if(screenState==IN_GAME_SCREEN){
                //tampilkan menu game
                inputGame();
                updateGame();
                drawInGame();
            }else if(screenState==CREDITS_SCREEN){
                //tampilkan menu credits (pembuat game)
                inputCredits();
                drawCredits();
            }else if(screenState==GAME_OVER_SCREEN){
                //jika game over
                inputGameOver();
                drawGameOver();
            }
           
           
            //panggil flushgraphics untuk mengupdate gambar dengan yang paling baru
            //inti utama dari "membuat gambar bergerak" ada di metode flushGraphics() ini
            //yang berfungsi untuk mengupdate posisi gambar
            flushGraphics();
           
           
            try {
                //panggil fungsi sleep agar update tidak memberatkan device mobile
                Thread.sleep(SLEEP_TIME);
            } catch (InterruptedException e) {
                e.printStackTrace();
            }
        }
    }
   
    //inisialisasi variabel, dan memberikan nilai awal variabel
    public void initialize(){
        BALL_X_SPEED = 1; //penambahan 1 pixel ke arah horizontal
        BALL_Y_SPEED = 3; //penambahan 3 pixel ke arah vertikal
        bally=50;    // posisi  bola awal di titik 50 pixel pada sumbu x
        ballx=50;    // posisi  bola awal di titik 50 pixel pada sumbu y
        paddlex = 100; //posisi awal paddle di titik 100 pixel (horizontal)
        paddley = 290; //posisi awal paddle di titik 290 pixel (vertikal)
        PADDLE_WIDTH=40; // panjang paddle 40px
        PADDLE_HEIGHT=20; //lebar paddle 20 px
        playerScore=0; // nilai awal skor
        highestcombo=0; // nilai awal combo
        combo=0; //combo
        playerLife=3; //"nyawa" pemain, diberi 3
       
        g = getGraphics(); //inisialisasi variabel g, agar bisa membuat grafik/gambar
       
        mainMenuState=0;
        screenState=0; //memberi nilai awal status menu ==> 0 berarti menampilkan daftar menu
       
        //load file menjadi objek image; HARUS ada di dalam blok try-catch
        try {
            mainMenuBackground = Image.createImage("/background.png");
        } catch (IOException e1) {
            e1.printStackTrace();
        }
    }
   
    //mengatur gerakan bola
    public void updateGame(){
       
        //mengatur gerakan bola, jika memantul dinding samping kanan dan kiri, dinding di sini
        //adalah lebar dari layar HP (diketahui dengan fungsi getWidth();
        ballx+=BALL_X_SPEED;
        if(ballx>getWidth()){
            BALL_X_SPEED*=-1;//jika posisi x bola lebih dari lebar layar, maka ballspeed dikalikan -1
        }else if(ballx<0){
            BALL_X_SPEED*=-1;
        }
       
        //mengatur gerakan bola, jika memantul dinding sebelah atas,
        //adalah tinggi dari layar HP (diketahui dengan fungsi getheight();
        bally+=BALL_Y_SPEED;
        if(bally>getHeight()){
            //BALL_Y_SPEED*=-1;
            goal();
        }else if(bally<0){
            BALL_Y_SPEED*=-1;
        }
       
       
        //metode untuk meng-update posisi bola jika "menabrak" paddle
        if(isInsideRectangle(ballx, bally, paddlex, paddley, PADDLE_WIDTH, PADDLE_HEIGHT)){
            BALL_Y_SPEED= Math.abs(BALL_Y_SPEED) * -1;
            BALL_X_SPEED+=1;
            BALL_Y_SPEED-=1;
            playerScore++; //menambah skor jika berhasil menahan bola
            combo++; // combo juga ditambah
           
            if(combo>highestcombo) // cek skor combo tertinggi
                highestcombo=combo;
        }
    }
   
    //method untuk menggambar MENU UTAMA
    public void drawMenu(){
        //tampilkan background. (objek image, posisi x, posisi y, alignment)
        g.drawImage(mainMenuBackground, 0, 0, 0);
        //tulis judul game
        drawText("SPACE IN VADER", 50, 50, 0xffff00);
        //tampilkan menu
        if(mainMenuState==0) drawMenuItem("PLAY", 100, 150, 100, 25, 0x00ff00, true);
        else drawMenuItem("PLAY", 100, 150, 100, 25, 0x00ff00, false);
        if(mainMenuState==1) drawMenuItem("TUTORIAL",100, 180, 100, 25, 0x00ff00, true);
        else drawMenuItem("TUTORIAL",100, 180, 100, 25, 0x00ff00, false);
        if(mainMenuState==2) drawMenuItem("ABOUT", 100, 210, 100, 25, 0x00ff00, true);
        else drawMenuItem("ABOUT", 100, 210, 100, 25, 0x00ff00, false);
        if(mainMenuState==3) drawMenuItem("EXIT", 100, 240, 100, 25, 0x00ff00, true);
        else drawMenuItem("EXIT", 100, 240, 100, 25, 0x00ff00, false);
    }
    public void drawInGame(){
        g.setColor(0x000000);
        g.fillRect(0, 0, getWidth(), getHeight());
        drawText("Score: " + playerScore, 10, 10, 0xffffff);
        drawText("Combo: " + highestcombo, 10, 30, 0xffffff);
        drawText("Press FIRE to go back", 50, 250, 0xffffff);

        drawCircle(ballx, bally, 10, 0x00ffff);
       
        drawPaddle(paddlex, paddley, PADDLE_WIDTH, PADDLE_HEIGHT);
       
    }
    public void drawCredits(){
        g.setColor(0x000000);
        g.fillRect(0, 0, getWidth(), getHeight());
        drawText("This game is created", 50, 50, 0x00ff00);
        drawText("in Mobile Game Workshop", 50, 100, 0x00ff00);
       
        drawText("Press FIRE to go back", 50, 250, 0xffffff);
    }
    public void drawGameOver(){
        g.setColor(0x000000);
        g.fillRect(0, 0, getWidth(), getHeight());
        drawText("GAME OVER", 50, 50, 0xff0000);
       
        drawText("Press FIRE to go back", 50, 250, 0xffffff);
    }
    public void drawCircle(int x, int y, int diameter, int color){
        g.setColor(color);
        g.fillArc(x-diameter/2, y-diameter/2, diameter, diameter, 0, 360);
    }
    public void drawText(String text, int x, int y, int color){
        g.setColor(color);
        g.drawString(text, x, y, 0);
    }
    public void drawMenuItem(String text, int x, int y, int width, int height, int color, boolean selected){
        drawText(text, x, y, color);
        if(selected){
            g.setColor(color);
            g.drawRect(x, y, width, height);
        }
       
    }
    public void drawPaddle(int x, int y, int width, int height){
        g.setColor(0xffffff);
        g.fillRect(x, y, width, height);
    }
    private void previousMenu(){
        mainMenuState-=1;
        if(mainMenuState<0){
            mainMenuState=NUMBER_OF_MENU-1;
        }
    }
    private void nextMenu(){
        mainMenuState+=1;
        if(mainMenuState>=NUMBER_OF_MENU){
            mainMenuState=0;
        }
    }
    private void changeScreen(int screenCode){
        screenState = screenCode;
    }
   
    private boolean isInsideRectangle(int px, int py, int x, int y, int width, int height){
        if(    (px>x) &&
            (px<=(x+width)) &&
            (py>y) &&
            (py<=y+height))
            return true;
        else
            return false;
    }

    private void inputMenu(){
        int keyState = getKeyStates();
       
        if((keyState & UP_PRESSED) !=0){
            //System.out.println("UP pressed ");
            if(!upButtonHolded){
                previousMenu();
                upButtonHolded=true;
            }
        }else if((keyState & DOWN_PRESSED) !=0){
            //System.out.println("DOWN pressed ");
            if(!downButtonHolded){
                nextMenu();
                downButtonHolded=true;
            }
        }else if((keyState & RIGHT_PRESSED) !=0){
            //System.out.println("RIGHT pressed ");
        }else if((keyState & LEFT_PRESSED) !=0){
            //System.out.println("LEFT pressed ");
        }else if((keyState & FIRE_PRESSED) !=0){
            //System.out.println("FIRE pressed");
            //System.err.println("Menu " + mainMenuState + " chosen.");
            if(!fireButtonHolded){
                if(mainMenuState==0){
                    changeScreen(IN_GAME_SCREEN);
                    resetGame();
                }else if(mainMenuState==1){
                    //tutorial
                }else if(mainMenuState==2){
                    changeScreen(CREDITS_SCREEN);
                }else if(mainMenuState==3){
                    //exit
                }
                fireButtonHolded=true;
            }
        }else{
            if(upButtonHolded)
                upButtonHolded=false;
            if(downButtonHolded)
                downButtonHolded=false;
            if(fireButtonHolded)
                fireButtonHolded=false;
        }
    }
    private void inputGame(){
        int keyState = getKeyStates();
       
        if((keyState & UP_PRESSED) !=0){
           
        }else if((keyState & DOWN_PRESSED) !=0){
           
        }else if((keyState & RIGHT_PRESSED) !=0){
            paddlex+=3;
        }else if((keyState & LEFT_PRESSED) !=0){
            paddlex-=3;
        }else if((keyState & FIRE_PRESSED) !=0){
            if(!fireButtonHolded){
                changeScreen(MAIN_MENU_SCREEN);
                fireButtonHolded=true;
            }
        }else{
            /*if(upButtonHolded)
                upButtonHolded=false;
            if(downButtonHolded)
                downButtonHolded=false;*/
            if(fireButtonHolded)
                fireButtonHolded=false;
        }
    }
    private void inputCredits(){
        int keyState = getKeyStates();
       
        if((keyState & FIRE_PRESSED) !=0){
            if(!fireButtonHolded){
                changeScreen(MAIN_MENU_SCREEN);
                fireButtonHolded=true;
            }
        }else{
            if(fireButtonHolded)
                fireButtonHolded=false;
        }
    }
    private void goal(){
        combo=0;
        BALL_X_SPEED=1;
        BALL_Y_SPEED=3;
        ballx=50;
        bally=50;
        playerLife--;
        if(playerLife<=0)
            changeScreen(GAME_OVER_SCREEN);
    }
    private void resetGame(){
        BALL_X_SPEED=1;
        BALL_Y_SPEED=3;
        ballx=50;
        bally=50;
        playerScore=0;
        highestcombo=0;
        combo=0;
        playerLife=3;
    }
    private void inputGameOver(){
        int keyState = getKeyStates();
       
        if((keyState & FIRE_PRESSED) !=0){
            if(!fireButtonHolded){
                changeScreen(MAIN_MENU_SCREEN);
                fireButtonHolded=true;
            }
        }else{
            if(fireButtonHolded)
                fireButtonHolded=false;
        }
    }
}
Terakhir, jalankan (Run) sebagai Java MIDlet, dan selesai.

Merekam Aktivitas di Layar Komputer dengan CamStudio

Pernahkah Anda melihat video tutorial di Youtube, semisal video proses hacking, video pemrograman, video tutorial grafis, dan video tutorial komputer yang lain yang menampilkan tampilan desktop sebuah komputer ? Dalam tutorial itu terlihat video yang menggambarkan secara rinci dan live bagaimana si pembuat video melakukan itu semua di komputernya. Mungkin kita berfikiran bahwa si pembuat video tersebut merekamnya dengan video recorder konvensional. Ternyata prediksi tersebut salah, karena ada sebuah software yang bisa melakukan itu semua. Mungkin Anda searching di Google, banyak menawarkan software seperti ini. Kebanyakan adalah software berbayar. Namun ada salah satu software yang free alias gratis. Aplikasi tersebut bernama CamStudio. Saat ini versi yang tersedia adalah versi 2.5 beta. Software ini dapat Anda download di website resminya software ini di  http://camstudio.org/. Ukuran filenya adalah sebesar 1,3 MB, dalam bentuk file .exe.

Bagaimanakah penggunaanya? Setelah mendownload program di atas, langkah selanjutnya adalah install software tersebut di komputer Anda. Kemudian jalankan programnya, dengan langkah-langkah klik Start > All Program > CamStudio > CamStudio. Akan ditampilkan software CamStudio, yang tampilannya sangat sederhana. Untuk mulai merekam klik tombol Record (tombol bulat berwarna merah). Ada baiknya jika kita minimize software ini selama merekam, agar tidak menghalangi apa yang akan kita tampilkan di dalam desktop komputer kita. Kita dapat menghentikan sementara proses perekaman dengan meng-klik tombol Pause. Jika telah selesai merekam, tinggal klik tombol Stop (kotak berwana biru). Selanjutnya akan langsung muncul Save Dialog, dan tentukan dimana video akan disimpan beserta nama filenya. Software ini menyediakan dua format keluaran, yaitu AVI dan SWF.  Pengaturannya ada di tampilan utama software, pada tombol SWF, dimana secara default format videonya adalah AVI. Untuk mengubah ke SWF tinggal klik tombol tersebut. Setelah menentukan nama file, dan letaknya, klik tombol Save, dan video telah selesai dibuat, kemudian  secara otomatis software CamStudio ini akan memainkannya.

Secara default, area yang direkam adalah semua layar desktop alias fullscreen. Seandainya diinginkan hanya area tertentu saja yang direkam, Anda dapat mengaturnya di menu Region. Untuk pengaturan lain-lainnya seperti  mengatur perekaman suara melalui microphone, video option, cursor option atau audio option dapat melaui menu Option.

Setelah selesai selanjutnya Anda bisa "memamerkannya" ke situs Youtube. Atau jika Anda seorang guru atau dosen, dapat Anda presentasikan video tersebut kepada murid-murid Anda sehingga pembelajaran lebih interaktif dan tidak membosankan.

Software Music Player (Pemutar Musik) Teringan


Bagi Anda yang mempunyai spesifikasi komputer yang pas-pasan saja, mungkin menjadi suatu halangan jika saat akan menggunakan berbagai macam program secara bersama-sama. Salah satunya untuk urusan penggunaan software Music Player atau Pemutar Music. Seringkali kita menggunakan software ini bebarengan saat beraktivitas. Yah, sebagai musik pengiring bekerja, sehingga dapat memberi semangat kita dalam bekerja. Namun ternyata penggunaan software ini, ternyata menggunakan memori yang tidak sedikit. Sebagai pembuktian adalah gambar sebagai berikut :

Sebagai perbandingannya saya menggunakan 4 software, yaitu : AIMP, GOM Media Player, Windows Media Player, dan Winamp. Dari keempat software itu, ternyata yang paling ringan adalah AIMP. Ya, software buatan orang Rusia ini hanya memakai 8 MB-an memory dari komputer, berbeda jauh dengan GOM (27 MB), Winamp (19 MB), dan Windows Media Player (15 MB). 
Nah, untuk dapat memakai software ini, dapat langsung mendownloadnya di website resmi AIMP, yaitu di :

Nah, sekian postingan dari saya kali ini mengenai software pemutar musik paling ringan. CMIIW....!!!

Tips Merawat Printer Inkjet

Tips Merawat Printer Inkjet

Printer merupakan salah satu peripheral output yang sangat vital
kegunaannya. Akan sangat menyebalkan jika pada saat kita butuhkan
semisal pada saat mengerjakan tugas kampus, mengerjakan skripsi,
mendadak printer kita ngadat tanpa sebab yang jelas. Sebenarnya
masalah seperti itu dapat kita hindari, jika kita melakukan perawatan
terhadap printer dengan baik dan benar. Selain menghindari kerusakan
mendadak seperti itu, dengan perawatan yang baik dan benar, insya
Alloh umur printer akan bertambah panjang. Merawat printer tidaklah
sesulit yang kita bayangkan, boleh dikatakan mudah. Ada beberapa tips
dalam merawat printer, diantaranya  :

(1) Membersihkan printer.
Lakukan kegiatan ini dengan teratur setelah
printer selesai digunakan, bersihkan body printer yang kotor dengan
kuas atau kain. Untuk printer bagian dalam dan sulit dijangkau
gunakanlah kuas. Saat membersikan ini, kondisi printer harus dalam
keadaan OF.
(2) Printer jangan sampai “menganggur”. Usahakan agar printer nganggur
dalam waktu lama, paling tidak dua hari sekali printer digunakan untuk
mencetak, tidak hanya warna hitam, tapi semua warna. Ini akan
menghindari tinta mongering dan menggumpal di head printer.
(3) Cartridge jangan sampai kosong, jika sudah kosong, maka secepatnya
isi ulanglah cartridge dengan yang baru.
(4) Jangan gonta-ganti merek tinta, gunakanlah merek yang sama dengan
merk tinta yang sebelumnya. Jika terpaksa harus mengganti, pastikan
bahwa cartridge harus kosong. Gonta-ganti merk tinta dapat menyebabkan
tinta menggumpal di head printer.
(5) Jangan sentuh PIN CMOS. PIN CMOS, sangatlah sensitive jika
mendapatkan listrik statis dari tubuh kita. Letak pin CMOS dapat kita
ketahui, karena sudah ada tandanya, yaitu tanda tangan yang disilang.
(6) Tutupi printer dengan kain saat tidak digunakan dengan rapat,
sehingga dapat mencegah udara lembab dan debu-debu yang dapat
mempercepat kerusakan printer.
(7) Matikan printer sesuai aturan, yaitu dengan menekan tombol OFF,
baru kemudian mencabut steker  dari colokan. Jangan langsung mencabut
kabel listriknya, karena bisa merusak BIOS computer. Selain itu, jika
kita mencabut kabelnya langsung, posisi head dalam printer saat itu
belum pada posisi yang seharusnya, sehingga tinta dapat mengendap dan
mongering di head.
(8) Jangan langsung mematikan kemudian menghidupkan printer setelah
selesai mencetak,
karena hal ini akan memperberat kerja BIOS printer.
Semua printer mempunyai batasan jumlah pencetakan, dan setiap kita
menyalakan printer, otomatis menambah batasan jumlah pencetakan.
Bayangkan selama 8 jam, printer dimatikan dan dihidupkan selama
10-20x, bisa-bisa kita akan diminta me-reset penhitung di BIOS
printer.
(9) Jangan sering-sering mencetak gambar yang pekat, seperti kotak
berwarna hitam kelam, atau font dengan ukuran besar, karena dapat
memperberat kerja head, sehingga memperpendek umur head printer.
(10) Jangan mencetak dengan kertas rusak/kotor, selalu gunakanlah
kertas yang masih rapi (tidak lecek), karena bisa menyebabkan kertas
menyangkut di printer (paper jam). Selain itu gunakan kertas yang
bersih, bebas dari debu, agar nantinya debu tidak menempel di head
printer, yang menyebabkan tinta macet.

Jika kita dapat melakukan “mengamalkan” 10 kegiatan di atas dengan
teratur dan tertib, maka akan insya Alloh dapat memperlancar aktivitas
kita. Daripada menunggu printer kita ngadat, dan mengirimkannya ke
servis printer, lebih mudah dan murah bukan..?,
Lirik lagu India Chaiyya Chaiyya, Polisi Gorontalo Menggila

Lirik lagu India Chaiyya Chaiyya, Polisi Gorontalo Menggila

 Lagu populer dalam beberapa hari ini, banyak di-View oleh banyak orang di Youtube, adapun sebabnya karena dinyanyikan secara lip sync oleh salah satu personel Brimob Polda Gorontalo : Briptu Norman K. Lagu ini merupakan lagu pujian orang Hindu di India. Just for fun, aja.....


Cekidot >>>>>

Jinke Sar Ho Ishq Ki Chaaon
Paanv Ke Neeche Jannat Hogi
Jinke Sar Ho Ishq Ki Chaaon

Chal Chaiyya Chaiyya Chaiyya Chaiyya
Chal Chaiyya Chaiyya Chaiyya Chaiyya
Chal Chaiyya Chaiyya Chaiyya Chaiyya
Chal Chaiyya Chaiyya Chaiyya Chaiyya
Chal Chaiyya Chaiyya Chaiyya Chaiyya
Chal Chaiyya Chaiyya Chaiyya Chaiyya
Chal Chaiyya Chaiyya Chaiyya Chaiyya
Chal Chaiyya Chaiyya Chaiyya Chaiyya

Saare Ishq Ki Chaaon Chal Chaiyya Chaiyya
Saare Ishq Ki Chaaon Chal Chaiyya Chaiyya
Paanv Janat Chale Chal Chaiyya Chaiyya
Paanv Janat Chale Chal Chaiyya Chaiyya

Chal Chaiyya Chaiyya Chaiyya Chaiyya
Chal Chaiyya Chaiyya Chaiyya Chaiyya
Chal Chaiyya Chaiyya Chaiyya Chaiyya
Chal Chaiyya Chaiyya Chaiyya Chaiyya

Saare Ishq Ki Chaaon Chal Chaiyya Chaiyya
Saare Ishq Ki Chaaon Chal Chaiyya Chaiyya
Paanv Janat Chale Chal Chaiyya Chaiyya
Paanv Janat Chale Chal Chaiyya Chaiyya

Chal Chaiyya Chaiyya Chaiyya Chaiyya
Chal Chaiyya Chaiyya Chaiyya Chaiyya
Chal Chaiyya Chaiyya Chaiyya Chaiyya
Chal Chaiyya Chaiyya Chaiyya Chaiyya

Woh Yaar Hai Jo Khusbhu Ki Tarah
Jiski Zubaan Urdu Ki Tarah
Meri Shamo-raat Meri Kaynaat Woh Yaar Mera
Saiyyan Saiyyan

Chal Chaiyya Chaiyya Chaiyya Chaiyya
Chal Chaiyya Chaiyya Chaiyya Chaiyya
Chal Chaiyya Chaiyya Chaiyya Chaiyya
Chal Chaiyya Chaiyya Chaiyya Chaiyya

Gulposh Kabhi Itraye Kahin, Mehke To Nazar Aa Jaye Kahin
Gulposh Kabhi Itraye Kahin, Mehke To Nazar Aa Jaye Kahin
Taabeez Banaa Ke Pahnoo Use Aayat Ki Tarah Mil Jaaye Kahin
Taabeez Banaa Ke Pahnoo Use Aayat Ki Tarah Mil Jaaye Kahin
Gulposh Kabhi Itraye Kahin, Mehke To Nazar Aa Jaye Kahin
Taabeez Banaa Ke Pahnoo Use Aayat Ki Tarah Mil Jaaye Kahin

Mera Nagma Wahi Mera Kalma Wahi
Mera Nagma Wahi Mera Kalma Wahi
Mera Nagma Wahi Mera Kalma Wahi
Mera Nagma Wahi Mera Kalma Wahi
Mera Nagma Wahi Mera Kalma Wahi
Mera Nagma Wahi Mera Kalma Wahi

Yaar Misaale Os Chale Panv Ke Tale Firdaus Chale
Kabi Daal
Menentukan versi bit Windows XP, Vista dan Windows 7, 32 bit atau 64 bit-kah.

Menentukan versi bit Windows XP, Vista dan Windows 7, 32 bit atau 64 bit-kah.

Sering pada saat kita mendownload suatu software, kita dibuat bingung, karena ada dua pilihan versi dalam link downloadnya, yaitu 32 bit dan 54 bit. Nah, artikel ini menjelaskan tentang cara menentukan apakah suatu komputer menjalankan sistem operasi Windows versi 32-bit atau versi 64-bit. Secara umum, jumlah bit komputer menunjukkan berapa banyak data yang dapat diproses, kecepatannya memproses data, dan kapasitas maksimum memori. Untuk mengoptimalkan kinerja komputer, jumlah bit sistem operasi yang diinstal di komputer harus cocok dengan jumlah bit di komputer itu sendiri.

Windows Vista atau Windows 7

Jika memiliki Windows Vista atau Windows 7, ada dua metode untuk menentukan apakah Anda menjalankan versi 32-bit atau 64-bit. Jika satu metode tidak berhasil, coba metode lain.
Metode 1: Lihat jendela Sistem di Panel Kontrol

  1. Klik Start tombol Mulai , ketik system di kotak Start Search, kemudian klik System dalam daftar Program.
  2. Sistem operasi ditampilkan sebagai berikut:
    • Untuk sistem operasi versi 64-bit: Ditampilkan Sistem Operasi 64-bit untuk Jenis Sistem di bawah Sistem.
    • Untuk sistem operasi versi 32-bit: Ditampilkan Sistem Operasi 32-bit untuk Jenis Sistem di bawah Sistem.
Metode 2: Lihat jendela Informasi Sistem

  1. Klik Start tombol Mulai , ketik system di kotak Start Search, kemudian klik System Information dalam daftar Program.
  2. Jika Ringkasan Sistem dipilih di panel navigasi, sistem operasi ditampilkan sebagai berikut:
    • Untuk sistem operasi versi 64-bit: Ditampilkan PC berbasis x64 untuk Jenis Sistem di bawah Item.
    • Untuk sistem operasi versi 32-bit: Ditampilkan PC berbasis x68 untuk Jenis Sistem di bawah Item.
Jika Anda tidak dapat menentukan jumlah bit sistem operasi menggunakan metode tersebut, lanjutkan ke bagian "Langkah Berikutnya".


Windows XP

Jika memiliki Windows XP, ada dua metode untuk menentukan apakah Anda menjalankan versi 32-bit atau 64-bit. Jika satu metode tidak berhasil, coba metode lain.
Metode 1: Lihat Properti Sistem di Panel Kontrol

  1. Klik Start, kemudian klik Run.
  2. Ketik "sysdm.cpl", kemudian klik OK.
  3. Klik tab General. Sistem operasi ditampilkan sebagai berikut:
    • Untuk sistem operasi versi 64-bit: Ditampilkan Windows XP Professional x64 Edition Versi < Tahun> di bawah System.
    • Untuk sistem operasi versi 32-bit: Ditampilkan Windows XP Professional Versi < Tahun> di bawah System.
    Catatan <Tahun> adalah porsi tempat untuk tahun.
Metode 2: Lihat jendela Informasi Sistem

  1. Klik Start, kemudian klik Run.
  2. Ketik winmsd.exe, kemudian klik OK.
  3. Jika System Summary dipilih di panel navigasi, temukan Prosesor di bawah Item di panel rincian. Perhatikan nilainya.
    • Jika nilai yang bersangkutan dengan Prosesor dimulai dengan x86, berarti komputer menjalankan Windows versi 32-bit.
    • Jika nilai yang bersangkutan dengan Prosesor dimulai dengan ia64 atau AMD64, berarti komputer menjalankan Windows versi 64-bit.
Jika Anda tidak dapat menentukan jumlah bit sistem operasi menggunakan metode tersebut, lanjutkan ke bagian "Langkah Berikutnya".

Windows Server 2003

Jika memiliki Windows Server 2003, ada dua metode untuk menentukan apakah Anda menjalankan versi 32-bit atau 64-bit. Jika satu metode tidak berhasil, coba metode lain.
Metode 1: Lihat Properti Sistem di Panel Kontrol

  1. Klik System, kemudian klik Run.
  2. Ketik sysdm.cpl, kemudian klik OK.
  3. Klik tab General. Sistem operasi ditampilkan sebagai berikut:
    • Untuk sistem operasi versi 64-bit: Ditampilkan Windows Server 2003 Enterprise x64 Edition di bawah Sistem.
    • Untuk sistem operasi versi 32-bit: Ditampilkan Windows Server 2003 Enterprise Edition di bawah Sistem.
Metode 2: Lihat jendela Informasi Sistem

  1. Klik Start, kemudian klik Run
  2. Ketik winmsd.exe, kemudian klik OK.
  3. Jika System Summary dipilih di panel navigasi, temukan Prosesor di bawah Item di panel rincian. Perhatikan nilainya.
    • Jika nilai yang bersangkutan dengan Prosesor dimulai dengan x86, berarti komputer menjalankan Windows versi 32-bit.
    • Jika nilai yang bersangkutan dengan Prosesor dimulai dengan EM64T atau ia64, berarti komputer menjalankan Windows versi 64-bit.
Jika Anda tidak dapat menentukan jumlah bit sistem operasi dengan menggunakan metode tersebut, lanjutkan ke bagian "Langkah Berikutnya".

Catatan
  • Untuk menemukan jumlah bit komputer, baca dokumentasi yang disertakan bersama komputer, atau hubungi produsen perangkat keras.
  • Komputer berbasis Intel Itanium hanya dapat menjalankan Windows versi 64-bit. Komputer berbasis Intel Itanium tidak dapat menjalankan Windows versi 32-bit. Saat ini, Windows versi 64-bit hanya dijalankan pada komputer berbasis Itanium dan komputer berbasis AMD64.
Sejarah Manchester United Lengkap

Sejarah Manchester United Lengkap

Tahun awal (1878–1945)

Tim pertama kali dibentuk dengan nama Newton Heath Lancashire and Yorkshire Railwaiy F.C. pada 1878 sebagai tim karya Lancashire dan Yorkshire, stasiun kereta api di Newton Heath. Kaos tim berwarna hijau - emas. Mereka bermain di sebuah lapangan kecil di North Road, dekat stasiun kereta api Piccadilly Manchester selama lima belas tahun, sebelum pindah ke Bank Street di kota dekat Clayton pada 1893. Tim sudah memasuki kompetisi sepak bola tahun sebelumnya dan mulai memutuskan hubungannya dengan stasiun kereta api, menjadi perusahaan mandiri, mengangkat seorang sekretaris perkumpulan dan pengedropan "L&YR" dari nama mereka untuk menjadi Newton Heath F.C saja.. Tak lama kemudian, di tahun 1902, tim nyaris bangkrut, dengan utang lebih dari £2500. Lapangan Bank Street mereka telah ditutup.

Sebelum tim mereka bubar, mereka menerima investasi dari J. H. Davies*, direktur Manchester Breweries. Awalnya, seorang legenda tim, Harry Stafford, yang merupakan kapten tim, memamerkan anjing St. Bernardnya**, kemudian Davies memutuskan untuk membeli anjing itu. Stafford menolak, tetapi berhasil memengaruhi Davies untuk menannamkan modal pada tim dan menjadi chairman tim. Diadakan rapat untuk mengganti nama perkumpulan. Manchester Central dan Manchester Celtic adalah nama yang diusulkan, sebelum Louis Rocca, seorang imigran muda asal Italia, berkata "Tuan-tuan, mengapa kita tidak menggunakan nama Manchester United?" Nama ditetapkan dan Manchester United secara resmi eksis mulai 26 April 1902. Davies juga memutuskan untuk mengganti warna tim dan terpilihlah warna merah dan putih sebagai warna tim Manchester United.

Ernest Mangnall ditunjuk menjadi sekretaris klub menggantikan James West yang mengundurkan diri pada tanggal 28 September 1902. Mangnall bekerja keras untuk mengangkat tim ke Divisi Satu dan gagal pada upaya pertamanya, menempati urutan 5 Liga Divisi Dua. Mangnall memutuskan untuk menambah sejumlah pemain ke dalam klub dan merekrut pemain seperti Harry Moger, Dick Duckworth, dan John Picken, ada juga Charlie Roberts yang membuat dampak besar. Dia dibeli £750 dari Grimsby Town pada April 1904, dan membawa tim ke posisi tiga klasmen akhir musim 1903-1904.

Mereka kemudian berpromosi ke Divisi Satu setelah finis diurutan dua Divisi Dua musim 1905–06. Musim pertama mereka di Divisi Satu berakhir kurang baik, mereka menempati urutan 8 klasmen. Akhirnya mereka memenangkan gelar liga pertamanya pada tahun 1908. Manchester City sedang diselidiki karena menggaji pemain diatas regulasi yang ditetapkan FA. Mereka didenda £250 dan delapan belas pemain mereka dihukum tidak boleh bermain untuk mereka lagi. United dengan cepat mengambil kesempatan dari situasi ini, merekrut Billy Meredith dan Sandy Turnbull, dan lainnya. Pemain baru ini tidak boleh bermain dahulu sebelum tahun Baru 1907, akibat dari skors dari FA. Mereka mulai bermain pada musim 1907–08 dan United membidik gelar juara saat itu. Kemenangan 2–1 atas Sheffield United memulai kemenangan beruntun sepuluh kali United. Namun pada akhirnya, mereka tutup musim dengan keunggulan 9 poin dari rival mereka, Aston Villa.

Klub membutuhkan waktu dua tahun untuk membawa trofi lagi, mereka memenangkan trofi Liga Divisi Satu untuk kedua kalinya pada musim 1910–11. United pindah ke lapangan barunya Old Trafford. Mereka memainkan pertandingan pertamanya di Old Trafford pada tanggal 19 Februari 1910 melawan Liverpool, tetapi mereka kalah 4-3. Mereka tidak mendapat trofi lagi pada musim 1911–12, mereka tidak didukung oleh Mangnall lagi karena dia pindah ke Manchester City setelah 10 tahunnya bersama United. Setelah itu, mereka 41 tahun bermain tanpa memenangkan satu trofi pun.

United kembali terdegradasi pada tahun 1922 setelah sepuluh tahun bermain di Divisi Satu. Mereka naik divisi lagi tahun 1925, tetapi kesulitan untuk masuk jajaran papan atas liga Divisi Satu dan mereka turun divisi lagi pada tahun 1931. United meraih mencapaian terendah sepanjang sejarahnya yaitu posisi 20 klasemen Divisi Dua 1934. kekuatan mereka kembali ketika musim 1938–39.

Era Sir Matt Busby Busby (1945–1969)
Pada tahun 1945, Matt Busby ditunjuk menjadi manager dari tim yang berbasis di Old Trafford ini. Dia meminta sesuatu yang tidak biasa pada pekerjaannya, seperti menunujuk tim sendiri, memilih pemain yang akan direkrut sendiri dan menentukan jadwal latihan para pemain sendiri. Dia telah kehilangan lowongan manager di klub lain, Liverpool F.C., karena pekerjaan yang diinginkannya itu dirasa petinggi Liverpool adalah pekerjaan seorang direktur, tetapi United memberikan kesempatan untuk ide inovatifnya. Pertama, Busby tidak merekrut pemain, melainkan seorang asisten manager yang bernama Jimmy Murphy. Keputusan menunjuk Busby sebagai manager merupakan keputusan yang sangat tepat, Busby membayar kepercayaan pengurus dengan mengantar United ke posisi kedua liga pada tahun 1947, 1948 and 1949 dan memenangkan Piala FA tahun 1948. Stan Pearson, Jack Rowley, Allenby Chilton, dan Charlie Mitten memiliki andil yang besar dalam pencapaian United ini.

Charlie Mitten pulang ke Colombia untuk mencari bayaran yang lebih baik, tetapi kemampuan pemain senior United tidak menurun dan kembali meraih gelar Divisi Satu pada 1952. Busby tahu, bahwa tim sepak bola tidak hanya membutuhkan pengalaman pemainnya, maka, dia juga berpikir untuk memasukkan beberapa pemain muda. Pertama-tama, pemain muda seperti Roger Byrne, Bill Foulkes, Mark Jones dan Dennis Viollet, membutuhkan waktu untuk menunjukkan permainan terbaik mereka, akibatnya United tergelincir ke posisi 8 pada 1953, tetapi tim kembali memenangkan liga tahun 1956 dengan tim yang usia rata-rata pemainnya hanya 22 tahun, mencetak 103 gol. Kebijakan tentang pemain muda ini mengantarkannya menjadi salah satu manager yang paling sukses menangani Manchester United (pertengahan 1950-an, pertengahan akhir 1960-an dan 1990-an). Busby mempunyai pemain bertalenta tinggi yang bernama Duncan Edwards. Pemuda asal Dudley, West Midlands memainkan debutnya pada umur 16 tahun di 1953. Edwards dikatakan dapat bermain disegala posisi dan banyak yang melihatnya bermain mengatakan bahwa dia adalah pemain terbaik. Musim berikutnya, 1956–57, mereka menang liga kembali dan mencapai final Piala FA, kalah dari Aston Villa. Mereka menjadi tim Inggris pertama yang ikut serta dalam kompetisi Piala Champions Eropa, atas kebijakan FA. Musim lalu, FA membatalkan hak Chelsea untuk tampil di Piala Champions. United dapat mencapai babak semi-final dan kemudian dikandaskan Real Madrid. Dalam perjalanannya ke semi-final, United juga mencatatkan kemenangan yang tetap menunjukkan bahwa mereka adalah tim besar, mengalahkan tim juara Belgia Anderlecht 10–0 di Maine Road.

Tragedi terjadi pada musim berikutnya, ketika pesawat membawa tim pulang dari pertandingan Piala Champions Eropa mengalami kecelakaan saat mendarat di Munich, Jerman untuk mengisi bahan bakar. Tragedi Munich air tanggal 6 Februari 1958 merenggut nyawa 8 pemain tim - Geoff Bent, Roger Byrne, Eddie Colman, Duncan Edwards, Mark Jones, David Pegg, Tommy Taylor dan Liam "Billy" Whelan - dan 15 penumpang lainnya, termasuk beberapa staf United, Walter Crickmer, Bert Whalley dan Tom Curry. Terjadi 2 kali pendaratan sebelum yang ketiga terjadi kesalahan fatal, yang disebabkan tidak stabilnya kecepatan pesawat karena adanya lumpur. Penjaga gawang United Harry Gregg mempertahankan kesadaran saat kecelakaan itu dan dibawah ketakutan pesawat akan meledak, menyelamatkan Bobby Charlton dan Dennis Viollet dengan mengencangkan sabuk pengamannya. Tujuh pemain United menginggal dunia di tempat sedangkan Duncan Edwards tewas ketika perjalanan menuju rumah sakit. Sayap kanan Johnny Berry juga selamat dari kecelakaan itu, tetapi cedera membuat karier sepak bolanya berakhir cepat. Dokter Munich mengatakan bahwa Matt Busby tidak memiliki banyak harapan, namun ia pulih dengan ajaibnya dan akhirnya keluar dari rumah sakit setelah dua bulan dirawat di rumah sakit.

Ada rumor bahwa tim akan mengundurkan diri dari kompetisi, namun Jimmy Murphy mengambil alih posisi manager ketika Busby dirawat di rumah sakit, klub melanjutkan kompetisinya. Meskipun kehilangan pemain, mereka mencapai final Piala FA 1958, dimana mereka kalah dari Bolton Wanderers. Akhir musim, UEFA menawarkan FA untuk dapat mengirimkan United dan juara liga Wolverhampton Wanderers untuk berpartisipasi di Piala Champions untuk penghargaan kepada para korban kecelakaan, namun FA menolak. United menekan Wolves pada musim berikutnya dan menyelesaikan liga di posisi kedua klasemen; tidak buruk untuk sebuah tim yang kehilangan sembilan pemain akibat tragedi Munich air.
Busby membangun kembali tim di awal dekade 60-an, membeli pemain seperti Denis Law dan Pat Crerand. Mungkin orang yang paling terkenal dari sejumlah pemain muda ini adalah pemuda Belfast yang bernama George Best. Best memiliki keatletikkan yang sangat langka. Tim memenangkan Piala FA tahun 1963, walaupun hanya finis diurutan 19 Divisi Satu. Keberhasilan di Piala FA membuat pemain menjadi termotivasi dan membuat klub terangkat pada posisi kedua liga tahun 1964, dan memenangkan liga tahun 1965 dan 1967. United memenangkan Piala Champions Eropa 1968, mengalahkan tim asuhan Eusébio SL Benfica 4–1 dipertandingan final, menjadi tim Inggis pertama yang memenagkan kompetisi ini. Tim United saat itu memiliki Pemain Terbaik Eropa, yaitu: Bobby Charlton, Denis Law and George Best. Matt Busby mengundurkan diri pada tahun 1969 dan digantikan oleh pelatih tim cadangan, Wilf McGuinness.

Masa sulit (1969–1986)
Setelah masa yang gemilang, United mengalami masa-masa sulit ketika ditangani Wilf McGuinness, selesai diurutan delapan liga pada musim 1969–70. Kemudian dia mengawali musim 1970–71 dengan buruk, sehingga McGuinness kembali turun jabatan menjadi pelatih tim cadangan. Busby kembali melatih United, walaupun hanya 6 bulan. Dibawah asuhan Busby, United mendapat hasil yang lebih baik, namun pada akhirnya ia meninggalkan klub pada tahun 1971. Dalam waktu itu, United kehilangan beberapa pemain kuncinya seperti Nobby Stiles dan Pat Crerand.

Manager Celtic yang berhasil membawa Piala Champions ke Glasgow, Jock Stein, ditunjuk untuk mengisi posisi manager — Stein telah menyetujui kontrak secara verbal dengan United, tetapi membatalkannya — . Frank O'Farrell ditunjuk sebagai suksesor Busby. Seperti McGuinness, O'Farrell tidak bertahan lebih dari 18 bulan, bedanya hanya O'Farrell bereaksi untuk menanggulangi penampilan buruk dari United dengan membawa muka baru ke dalam klub, yang paling nyata adalah direkrutnya Martin Buchan dari Aberdeen seharga £125,000. Tommy Docherty menjadi manager diakhir 1972. Docherty, atau "Doc", menyelamatkan United dari degradasi namun United terdegradasi pada 1974, yang saat itu trio Best, Law and Charlton telah meninggalkan klub. Denis Law pindah ke Manchester City pada musim panas tahun 1973. Pemain seperti Lou Macari, Stewart Houston dan Brian Greenhoff direkrut untuk menggantikan Best, Law and Charlton, namun tidak menghasilkan apa-apa.

Tim meraih promosi pada tahun pertamanya di Divisi Dua, dengan peran besar pemain muda berbakat Steve Coppell yang bermain baik pada musim pertamanya bersama United, bergabung dari Tranmere Rovers. United mencapai Final Piala FA tahun 1976, tetapi mereka dikalahkan Southampton. Mereka mencapai final lagi tahun 1977 dan mengalahkan Liverpool 2–1. Didalam kesuksesan ini, Docherty dipecat karena diketahui memiliki hubungan dengan istri fisioterapi.

Dave Sexton menggantikan Docherty di musim panas 1977 dan membuat tim bermain lebih defensif. Gaya bermain ini tidak disukai suporter, mereka lebih menyukai gaya menyerang Docherty dan Busby. Beberapa pemain dibeli Sexton seperti Joe Jordan, Gordon McQueen, Gary Bailey dan Ray Wilkins, namun tidak dapat mengangkat United menembus ke papan atas, hanya sekali finis diurutan kedua, dan hanya sekali lolos ke babak final Piala FA, dikalahkan Arsenal. Karena tidak meraih gelar, Sexton dipecat pada tahun 1981, walaupun ia memenangkan 7 pertandingan terakhirnya.

Dia digantikan manager flamboyan Ron Atkinson. Dia memecahkan rekor transfer di Inggris dengan membeli Bryan Robson dari West Brom. Robson disebut-sebut merupakan pemain tengah terbaik sepeninggal Duncan Edwards. Tim Atkinson memiliki pemain baru seperti Jesper Olsen, Paul McGrath dan Gordon Strachan yang bermain bersama Norman Whiteside dan Mark Hughes. United memenangkan Piala FA 2 kali dalam 3 tahun, pada 1983 dan 1985, dan diunggulkan untuk memenangkan liga musim 1985–86 setelah memenangkan 10 pertandingan liga pertamanya, membuka jarak 10 poin dengan saingan terdekatnya sampai Oktober 1986. Penampilan United kemudian menjadi buruk dan United mengakhiri musim di urutan 4 klasemen. Hasil buruk United terus berlanjut sampai akhir musim dan dengan hasil yang buruk yaitu diujung batas degradasi, pada November 1986, Atkinson dipecat. Setelah itu United merekrut pelatih baru, yaitu Sir Alex Ferguson.

Era Alex Ferguson (1986–sekarang)
Sebelum Treble (1986-1998)
Alex Ferguson datang dari Aberdeen untuk menggantikan Atkinson dan mengantarkan klub meraih posisi 11. Musim berikutnya yaitu musim 1987–88, United menyelesaikan liga di posisi kedua, dengan Brian McClair yang menjadi pencetak 20 gol liga setelah George Best.

United mengalami masa sulit 2 musim berikutnya. Dengan pembelian pemain yang cukup banyak, Ferguson tidak dapat memenuhi harapan suporter. Alex Ferguson telah berada dalam bahaya pemecatan pada awal 1990, tetapi sebuah gol dari Mark Robins membawa United menang 1–0 atas Nottingham Forest dibabak ketiga Piala FA. Ini membuat Ferguson terselamatkan dan pada akhirnya United memenangkan Piala FA, setelah mengalahkan Crystal Palace di partai ulang babak final.

United memenangkan Winners' Cup Eropa di 1990–91, mengalahkan juara Spanyol musim itu, Barcelona di final, tetapi mengecewakan di musim berikutnya karena di liga mereka kalah dari saingan, Leeds United.
Kedatangan Eric Cantona di November 1992 merupakan sebuah langkah krusial United saat itu. Cantona membaur bersama pemain dan memenangkan Final Piala FA menjadikan MU menjadi juara dua di liga dan Piala FA. Ferguson membuat suporter kesal karena menjual beberapa pemain Beberapa dari mereka langsung terpilih menjadi anggota Tim nasional sepak bola Inggris. Secara mengejutkan, United kembali meraih double pada musim 1995–96. Ini adalah pertama kalinya klub Inggris meraih double sebanyak dua kali dan akhirnya mereka mendapat sebutan "Double Double".

Mereka memenangkan liga musim 1996–97 dan Eric Cantona menyatakan pensiun dari persepak bolaan profesional pada usia 30. Mereka mengawali musim 1997–98 dengan baik, tetapi mengakhiri liga pada posisi dua klasemen, dibawah pemenang dua gelar, Arsenal.

Treble (1998–1999)
Musim 1998–99 untuk Manchester United adalah musim tersukses karena mereka berhasil menjadi satu-satunya tim Inggris yang pernah meraih Treble(tiga gelar dalam satu musim) — dengan memenangkan Liga Utama Inggris, Piala FA dan Liga Champion UEFA di musim yang sama.[8] Setelah melewati Liga Utama yang padat, Manchester United berhasil memenangkan liga pada pertandingan terakhir melawan Tottenham Hotspur dengan skor 2–1, ketika Arsenal menang 1–0 atas Aston Villa.[9] Memenangkan Liga Utama merupakan bagian pertama dari treble United, yang disebut Ferguson bagian tersulit.[9] Di final Piala FA mereka bertemu Newcastle United dan menang 2–0 melalui gol Teddy Sheringham dan Paul Scholes.[10] Pada pertandingan terakhir mereka musim itu, pertandingan Final Liga Champions Eropa 1999, mereka mengalahkan Bayern Munich, pertandingan tersebut disebut-sebut sebagai comeback terbaik yang pernah ada, kalah sampai dengan injury time dan mencetak gol dua kali di menit-menit terakhir untuk memastikan kemenangan 2–1.[8] Manchester United juga memenangkan Piala Interkontinental setelah mengalahkan Palmeiras 1–0 di Tokyo.

Setelah Treble (1999–sekarang)
United memenangkan liga tahun 2000 dan 2001, tetapi mereka gagal meraih kembali trofi kompetisi Eropa. Pada tahun 2000, Manchester United menjadi salah satu dari 14 pendiri kelompok G-14.[12] Ferguson mengadopsi gaya permainan bertahan dan tetap gagal di kompetisi Eropa dan United menyelesaikan liga pada urutan ketiga klasemen. Mereka meraih kembali gelar liga musim berikutnya dan memulai musim dengan sangat baik, namun penampilan mereka memburuk ketika Rio Ferdinand menerima skorsing 8 bulan karena gagal dalam tes doping. Mereka memenangkan Piala FA 2004, setelah mengalahkan Millwall.

Musim 2004-05, produktivitas gol United berkurang, yang disebabkan oleh cederanya Ruud van Nistelrooy dan United menyelesaikan musim tanpa meraih satu gelar pun. Kali ini, Piala FA dimenangkan oleh Arsenal yang mengalahkan United melalui adu penalti. Di luar lapangan, cerita utamanya adalah kemungkinan klub diambil alih oleh pihak lain dan pada akhir musim, Malcolm Glazer, seorang pengusaha asal Tampa, telah memiliki kepemilikikan United.

United melakukan awal buruk pada musim 2005–06, dengan kepergian Roy Keane yang bergabung dengan Celtic setelah United banyak dikritik publik dan klub gagal melewati babak knock-out Liga Champions untuk pertama kalinya dalam satu dekade setelah kalah dari tim asal Portugal, Benfica. Musim ini adalah musim yang buruk bagi United karena pemain kunci mereka seperti, Gabriel Heinze, Alan Smith, Ryan Giggs dan Paul Scholes cedera. Mereka hanya meraih satu gelar musim itu, Piala Liga, mengalahkan tim promosi Wigan Athletic dengan skor 4–0. United memastikan tempat di urutan kedua klasemen liga dan lolos otomatis ke Liga Champions setelah mengalahkan Charlton Athletic 4–0. Akhir musim 2005–06, satu dari penyerang kunci, Ruud van Nistelrooy, meninggalkan klub dan bergabung dengan Real Madrid, karena hubungannya dengan Alex Ferguson retak.
Musim 2006-07 memperlihatkan gaya permainan United yang menyerang seperti pada dekade 90-an, mencetak 20 gol lebih di 32 pertandingan. Pada Januari 2007, United mendapatkan Henrik Larsson dengan status pinjaman selama 2 bulan dari Helsingborgs, dan pemain itu memiliki pera penting dalam pencapaian United di Liga Champions, dengan harapan meraih Treble kedua; namun setelah mencapai babak semi-final, United kalah dari A.C. Milan 3–5(agregat).

Dalam perayaan ke-50 keikutsertaan Manchester United dalam kompetisi Eropa, dan juga perayaan ke-50 dari Treaty of Rome, Manchester United bertanding melawan Marcello Lippi dan tim Eropa XI di Old Trafford pada 13 Maret 2007. United memenangkan pertandingan 4–3.

Empat tahun setelah gelar terakhir mereka, United meraih kembali gelar juara liga pada 6 Mei 2007, setelah Chelsea bermain imbang dengan Arsenal, meninggalkan the Blues tujuh poin di belakang dengan menyisakan 2 pertandingan, diikuti kemenangan United 1–0 dalam derbi Manchester hari sebelumnya, mengantarkan United ke gelar kesembilan Premiership-nya dalam 15 tahun eksistensinya. Namun, mereka tidak dapat mencapai double keempat mereka, karena Chelsea mengalahkan United 1-0 di final Piala FA 2007 yang berlangsung di Stadion Wembley yang baru.

Pada 11 Mei 2008, United kembali meraih gelar liga setelah mengalahkan Wigan 2-0 di pertandingan terakhir untuk memastikan gelar tersebut, disusul gelar Liga Champions pada tanggal 21 Mei 2008 yang diraih dengan mengalahkan Chelsea 6-5 di final melalui adu penalti setelah bermain seri 1-1 di waktu normal 2x45 menit serta perpanjangan waktu 2x15 menit. Dengan status sebagai juara Liga Champions tersebut, United berhak mengikuti Piala Dunia Antarklub FIFA 2008 dan berhasil menjuarai turnamen tersebut setelah mengalahkan Gamba Osaka 5-3 di semifinal dan LDU Quito 1-0 di final. United pun menjadi klub Eropa kedua yang menjadi juara dunia setelah AC Milan pada 2007. Setahun setelah final Liga Champions UEFA tahun 2008, Manchester United masuk kembali ke final tahun 2009. Manchester United kemudian mengalami kekalahan dalam final Liga Champions UEFA 2008–09, saat menghadapi Barcelona dengan skor 2 – 0 di Roma, Italia.